Aroma Langka di Hutan Madagaskar: Masa Depan Industri Parfum

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bukan hanya bunga cantik, getah pohon misterius dan bau karang laut kini menjadi buruan demi menciptakan wewangian revolusioner. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bukan hanya bunga cantik, getah pohon misterius dan bau karang laut kini menjadi buruan demi menciptakan wewangian revolusioner. Dok: Istimewa.

MADAGASKAR, POSNEWS.CO.ID – Di dunia wewangian, perubahan tren menjadi satu-satunya konstanta sejak zaman Romawi kuno. Meski kini ahli kimia mampu meracik ribuan bahan sintetis, alam tetap menjadi “laboratorium” tertua dan terbaik. Oleh karena itu, demi memuaskan dahaga industri akan aroma segar, sebuah tim ekspedisi dari Quest International baru-baru ini menembus jantung hutan hujan Madagaskar.

Pulau ini bukan sembarang lokasi. Sebagai hot spot evolusi, Madagaskar menjadi rumah bagi 85% spesies tanaman unik yang tak ada di tempat lain di bumi. Bagi para pemburu parfum, ini jelas merupakan tambang emas aromatik yang belum terjamah.

Menjebak Aroma dengan Teknologi Polusi

Di bawah pimpinan Clery, tim ini tidak memetik bunga sembarangan. Sebaliknya, mereka menggunakan teknologi canggih adaptasi dari alat pemantau polusi udara yang bernama teknik headspace.

Mereka memasang toples kaca di atas bunga atau buah target tanpa memetiknya. Alat tersebut lantas menyedot udara di sekitar objek dan menjebak molekul aroma dalam serangkaian filter.

“Seringkali justru bunga-bunga sangat kecil yang jauh lebih menarik,” ungkap Clery. Selanjutnya, mereka menyusuri jalan setapak dari markas gubuk kayu, memindai vegetasi hingga radius 10 meter.

Tantangan terbesar muncul di pulau kecil Nosy Hara yang tandus. Di sana, mereka menemukan “harta karun” berupa getah berbau manis yang menetes dari pohon semak kuno yang tak teridentifikasi.

Bau Hewani dari Getah Pohon

Salah satu temuan paling mengejutkan datang dari getah pohon Calophyllum. Minyaknya berbau kaya dan aromatik, mirip dupa gereja. Namun, para ahli terpukau oleh nuansa aroma castoreumβ€”zat yang dulunya pemburu ambil dari kelenjar kesturi berang-berang.

Industri parfum modern telah lama meninggalkan produk hewani karena alasan etis. Maka, menemukan tanaman yang mampu meniru aroma hewani secara alami adalah sebuah kemenangan besar. “Sungguh luar biasa menemukan pohon dengan bau binatang,” ujar salah satu anggota tim dengan antusias.

Baca Juga :  Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Ini Penyebabnya

Menangkap Napas Lautan

Ambisi mereka tak berhenti di darat. Tim ini juga terjun ke laut untuk menangkap aroma terumbu karang menggunakan alat baru bernama aquaspace. Selama ini, industri hanya memiliki rumput laut untuk merepresentasikan aroma samudra, yang cenderung berbau berat dan gelap.

Dengan memasang toples di atas karang sedalam dua meter, mereka berharap menemukan aroma laut yang lebih segar dan “dicium matahari”. Hasilnya? “Baunya sedikit seperti lobster dan kepiting,” kata Clery jujur.

Tugas berat menanti di laboratorium. Tim harus mengidentifikasi molekul penyusun setiap aroma dan merekonstruksinya menggunakan bahan yang tersedia secara komersial. Tujuannya bukan mengimpor tanaman langka dari hutan, melainkan menciptakan tiruan sintetis yang sempurna.

“Jika kami berhasil, sekali hirup saja akan langsung membawa Anda kembali ke momen saat menciumnya di hutan hujan,” pungkas Clery optimis.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer
Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan
Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Berita Terbaru