Mafia Bawang Terbongkar, 133,5 Ton Bawang Ilegal Masuk Lewat Pelabuhan Semarang

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polrestabes Semarang menyita ratusan ton bawang bombay ilegal tanpa dokumen karantina di Pelabuhan Tanjung Emas. (Posnews/Kementan)

Petugas Polrestabes Semarang menyita ratusan ton bawang bombay ilegal tanpa dokumen karantina di Pelabuhan Tanjung Emas. (Posnews/Kementan)

SEMARANG, POSNEWS.CO.ID  — Mafia pangan kembali terbongkar. Polrestabes Semarang menggerebek masuknya 133,5 ton bawang bombay ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang.

Komoditas haram itu masuk tanpa dokumen karantina, diduga lewat jalur gelap.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga melalui kanal Lapor Pak Amran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tersebut menyebutkan adanya pengiriman bawang bombay jumbo dari Pontianak menuju Semarang yang menghindari pengawasan negara.

Tak buang waktu, aparat gabungan Polrestabes Semarang, Balai Karantina Jateng, TNI, dan Lanal Semarang langsung menyergap muatan ilegal pada Jumat (2/1/2026) siang.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Jabodetabek Hari Ini, Hujan Petir dan Angin Kencang

Hasilnya mencengangkan: 133,5 ton bawang bombay ilegal disita.

Bawang bombay itu dikirim menggunakan KM Dharma Kartika VII dari Kalimantan Barat.

Pelaku nekat memakai modus kapal RORO, lalu memindahkan muatan ke truk tertutup terpal berlapis untuk menyelundupkan komoditas tanpa karantina.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol M. Syahduddi menegaskan, aksi ini bukan pelanggaran biasa. Selain melanggar hukum, praktik tersebut mengancam keamanan pangan nasional dan memukul petani lokal.

“Modusnya jelas, muatan dihindarkan dari proses karantina resmi. Ini pelanggaran serius,” tegas Syahduddi.

Petugas langsung mengamankan seluruh muatan, truk pengangkut, dan memasang garis polisi.

Baca Juga :  Siap Merdeka! KCIC Tawarkan Promo Whoosh Rp 45 Ribu Khusus HUT RI ke-80

Aparat kini memburu pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemilik barang dan jaringan distribusinya.

Kasus ini kembali menegaskan peran kanal Lapor Pak Amran, layanan aduan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang terbukti ampuh membongkar mafia pangan dan praktik ilegal di sektor pertanian.

Petugas menyimpan ratusan ton bawang bombay ilegal di Depo Fumigasi Karantina Tumbuhan Pelabuhan Tanjung Emas dengan pengawasan ketat polisi dan petugas karantina.

Polrestabes Semarang menegaskan, negara tidak boleh kalah oleh mafia pangan.

Aparat akan terus melakukan penindakan untuk menutup celah penyelundupan serta melindungi petani dan konsumen Indonesia.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tahan Adam Deni, Diduga Rusak Ruko dan Intimidasi Satpam Pakai Airsoft Gun
Ditahan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Besok Minta Penangguhan Penahanan
Aksi Terekam CCTV, Pemuda 19 Tahun Bobol Rumah Teman Sendiri di Bekasi
Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pemerintah Bersiap Gulirkan Kebijakan Biodiesel B50
Rampok Bersenjata Gasak Rp12,1 Juta dari Minimarket di Bekasi Dibekuk
Kecelakaan Tol Becakayu Hari Ini: 3 Mobil Ringsek, 8 Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:14 WIB

Polisi Tahan Adam Deni, Diduga Rusak Ruko dan Intimidasi Satpam Pakai Airsoft Gun

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:56 WIB

Ditahan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Besok Minta Penangguhan Penahanan

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:42 WIB

Aksi Terekam CCTV, Pemuda 19 Tahun Bobol Rumah Teman Sendiri di Bekasi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:09 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Berita Terbaru