Naik 250%! Mensesneg Bongkar Fakta Kenaikan PBB di Pati

Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Pati hingga 250% disebabkan minimnya anggaran daerah. Ia menegaskan, kebijakan PBB sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Tidak ada, penyebabnya bukan karena itu. Kebijakan PBB berbeda-beda antara satu kabupaten dengan kabupaten lainnya,” kata Prasetyo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Prasetyo menjelaskan, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan sejumlah menteri, termasuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri), untuk memantau perkembangan di Pati. Namun, ia menegaskan koordinasi itu bukan untuk menentukan tarif PBB, melainkan memastikan situasi tetap kondusif.

“Kalaupun ada kenaikan PBB, itu keputusan daerah masing-masing,” tegasnya.

Mensesneg juga mengingatkan seluruh pejabat publik di pusat maupun daerah agar berhati-hati saat mengambil dan menyampaikan kebijakan, terutama yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Baca Juga :  BMKG: Hujan Masih Mengintai Jabodetabek dan Kota Besar Indonesia Hari Ini

“Kita harus menyadari bahwa setiap kebijakan bisa memicu polemik. Apalagi jika menyangkut hal yang sensitif seperti pajak,” ujarnya.

Prasetyo mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Pati Sudewo dan Gubernur Jawa Tengah untuk mencari solusi terbaik. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri demi menjaga kondusifitas daerah.

“Kami memohon semua pihak untuk bersabar dan mencari jalan keluar terbaik,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB