Indonesia Resmi Pimpin Dewan HAM PBB 2026 Secara Aklamasi

Jumat, 9 Januari 2026 - 05:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tanpa lawan, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro terpilih memegang palu sidang. RI usung tema

Tanpa lawan, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro terpilih memegang palu sidang. RI usung tema "Presidency for All" di tengah polarisasi global. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi Indonesia mencatatkan tinta emas di panggung global pada Kamis (8/1). Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi memegang kendali sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2026.

Keputusan bersejarah ini terjadi dalam rapat Organisasi Dewan HAM PBB yang disiarkan langsung dari Jenewa. Wakil Presiden Dewan HAM PBB tahun sebelumnya, Amb Tsegab Kebebew Daka, menetapkan Indonesia sebagai pemimpin baru secara aklamasi karena tidak ada negara lain yang mengajukan diri.

“Karena saya tak melihat adanya keberatan, maka dengan hormat saya menyatakan Yang Mulia Bapak Sidharto Reza Suryodipuro, perwakilan tetap Indonesia, sebagai presiden terpilih Dewan Hak Asasi Manusia untuk tahun 2026 secara aklamasi,” ketuk Daka mengesahkan keputusan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Kelompok Asia-Pasifik telah memberikan mandat penuh kepada Indonesia. Dalam pemungutan suara internal pada 23 Desember 2025, RI berhasil mengamankan 34 dari 47 suara, memuluskan jalan menuju kursi pimpinan puncak.

Baca Juga :  Keamanan Melampaui Senjata: Membedah Politik Luar Negeri Feminis

Mengusung “Presidency for All”

Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro, atau akrab disapa Arto, langsung menyampaikan komitmennya sesaat setelah terpilih. Ia berjanji akan menjadi “pembangun jembatan” di tengah dinamika HAM global yang sering kali tajam dan memecah belah.

“Apresiasi tulus saya pertama-tama saya tujukan kepada Kelompok Asia Pasifik, tempat Indonesia bernaung, atas nominasinya,” ujar Arto. Ia menegaskan kesiapannya menjaga prinsip dan integritas Dewan dengan penuh hormat.

Sementara itu, di Jakarta, Direktur HAM dan Migrasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Indah Nuria Savitri, membedah visi Indonesia. Ia menjelaskan bahwa RI mengusung tema besar “Presidency for All” (Presidensi untuk Semua).

“Kami berusaha menjadi dan menjalankan mandat sebagai Presiden dengan pendekatan yang inklusif,” jelas Indah dalam konferensi pers di Gedung Palapa. Tujuannya jelas: memastikan Indonesia selalu tidak memihak (impartial), objektif, dan transparan dalam menjembatani komunikasi antar-pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Sains Bertahan di Gurun: Eksperimen Edward Adolph

Isu Venezuela: Antara Mandat dan Geopolitik

Keketuaan Indonesia hadir di saat dunia sedang panas, terutama pasca-serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela. Publik bertanya-tanya, apakah Dewan HAM di bawah Indonesia akan segera membahas agresi tersebut?

Indah memberikan jawaban diplomatis namun tegas. Ia membedakan antara agenda HAM rutin dengan dinamika geopolitik militer terbaru.

“Di agenda Dewan HAM sendiri Venezuela memang sudah ada dan masuk. Namun, agendanya adalah isu HAM di Venezuela, jadi konteks yang berbeda,” terangnya.

Meskipun demikian, Indah tidak menutup pintu sepenuhnya. Ia menjelaskan bahwa Dewan HAM memiliki mekanisme Urgent Debate atau Special Session jika situasi mendesak menuntutnya. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada permintaan resmi dari negara anggota untuk membahas serangan AS tersebut.

“Jadi we stick to agenda yang sudah disepakati. Indonesia tak membawa agenda atau titipan kasus selama memegang presidensi,” tegas Indah, menekankan posisi RI yang tegak lurus pada mandat resmi PBB.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan
PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan
Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji
Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu
Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu
Kasus Firli Bahuri Mandek, IPW Desak Polda Metro Segera Beri Kepastian Hukum
Program SPPG Gegerkan Cilacap, Titik Diduga Fiktif di Tengah Hutan dan Kuburan
Donald Trump Sebut Iran Setujui Pengawasan Nuklir

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:31 WIB

Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:24 WIB

PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:17 WIB

Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:28 WIB

Prabowo Mengaku Tahu Aktor Demo Berbayar, Singgung Peserta Dibayar Rp200 Ribu

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:13 WIB

Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu

Berita Terbaru

Lumpuhnya pertahanan di Laut Hitam. Ukraina meluncurkan serangan drone masif untuk mengisolasi jalur logistik militer Rusia di Crimea. Dok: (AP Photo/Efrem Lukatsky)

INTERNASIONAL

Crimea Terisolasi Drone: Ukraina Gempur Jembatan

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:31 WIB

Ancaman nyata kepemimpinan Downing Street. Kemenangan Andy Burnham di daerah pemilihan Makerfield membuka jalan lebar untuk meluncurkan mosi penantangan terhadap PM Keir Starmer. Dok: (AP Photo/Kin Cheung)

INTERNASIONAL

PM Keir Starmer Janji Permudah Transisi Kekuasaan

Rabu, 24 Jun 2026 - 15:24 WIB

Retaknya kompromi Anchorage. Rusia menuduh Donald Trump melanggar kesepakatan puncak Alaska karena menghentikan mediasi damai demi fokus pada perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rusia Tuding Amerika Serikat Ingkar Janji

Rabu, 24 Jun 2026 - 14:17 WIB

Misi penyeimbang di Teluk Arab. Menlu AS Marco Rubio menemui para pemimpin monarki Teluk untuk meredam kekhawatiran atas konsesi ekonomi Amerika Serikat kepada Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Berjuang Redakan Kecemasan Sekutu

Rabu, 24 Jun 2026 - 13:13 WIB