Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Korea Utara mengancam akan menggunakan hak bela diri sambil mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan. Dok: Istimewa.

Korea Utara mengancam akan menggunakan hak bela diri sambil mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, PYONGYANG — Korea Utara mengancam akan menggunakan hak bela diri pada Jumat. Negara ini mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan yang akan datang sebagai latihan perang yang lebih provokatif dibanding tahun lalu.

Jadwal dan Cakupan Latihan Militer

Militer AS dan Korea Selatan akan memulai latihan skala besar tahunan mereka pada Senin. Kedua negara sekutu menyebut cakupan latihan tahun ini serupa dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kedua negara menegaskan latihan Ulchi Freedom Shield ini bertujuan memperkuat kesiapan menghadapi ancaman Korea Utara. Mereka menekankan latihan ini bersifat defensif semata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan Uji Coba Senjata Tambahan

Peringatan Korea Utara ini mengindikasikan negara tersebut berpotensi melakukan lebih banyak uji coba senjata dalam beberapa hari mendatang. Negara-negara tetangga mendeteksi dua peluncuran rudal balistik dari pantai timur Korea Utara dalam sepekan terakhir.

Baca Juga :  Situasi Politik Memanas, Dino Patti Djalal Sarankan Prabowo Tunda Kunjungan ke China

Korea Utara belum memberikan komentar atas peluncuran tersebut. Namun, para pakar luar negeri menilai peluncuran itu kemungkinan besar bertujuan memprotes latihan AS-Korea Selatan atau meningkatkan sistem persenjataan mereka.

Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyampaikan pernyataan lewat media pemerintah pada Jumat. Kementerian ini menyebut latihan AS-Korea Selatan sebagai “latihan untuk perang agresi” yang memicu ketidakstabilan pada level berbeda di kawasan tersebut.

“Prinsip konsisten kami dalam menjamin keamanan adalah merespons ancaman level baru dengan penangkalan level baru pula,” demikian bunyi pernyataan tersebut. Korea Utara menegaskan akan menyatakan sikapnya secara lebih jelas terhadap musuh untuk menghadapi berbagai ancaman dan tantangan lewat pelaksanaan hak bela diri yang sah secara bertanggung jawab dan tegas.

Tuduhan Peningkatan Skala Latihan

Korea Utara juga menyebut latihan kali ini akan memiliki sifat provokatif dan bahaya yang lebih serius dibanding tahun lalu. Negara ini mengklaim latihan tersebut akan melibatkan seluruh aset militer dan mode pertempuran AS serta Korea Selatan, meski kedua negara tersebut belum menyatakan hal serupa.

Baca Juga :  Perang Candu: Ketika Narkoba Menjadi Solusi Neraca Dagang Inggris

Pola Uji Coba Senjata Korea Utara

Para analis menilai Korea Utara kerap memanfaatkan latihan militer musuhnya sebagai dalih meningkatkan aktivitas uji coba senjata. Langkah ini bertujuan memperluas arsenal nuklir dan rudal negara tersebut sekaligus mendorong dukungan publik terhadap pemimpin Kim Jong Un.

Kim mengabaikan tawaran AS dan Korea Selatan untuk melanjutkan diplomasi. Ia justru fokus memperkuat arsenal nuklirnya sejak pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump gagal pada 2019.

Para pakar menilai Kim kemungkinan besar pada akhirnya akan memanfaatkan program nuklirnya yang terus berkembang untuk meraih konsesi lebih besar dari AS, seperti pelonggaran sanksi secara luas.

Penguatan Hubungan dengan Rusia dan China

Kim meningkatkan keterlibatan diplomatiknya dengan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Korea Utara memasok pasukan dan amunisi untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina, sebagai imbalan atas bantuan ekonomi dan militer.

Kim juga baru-baru ini mendorong hubungan lebih erat dengan China, mitra dagang terbesar Korea Utara.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen
2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan
Count Binface, Kandidat Tong Sampah yang Curi Perhatian
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tutup Selama AS Tak Penuhi Syarat
Pemerintah Thailand Janji Perketat Kontrol Senjata Api

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:00 WIB

2,4 Juta Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Pendidikan

Berita Terbaru

Kapal induk USS George Washington mulai bergerak menuju Timur Tengah menggantikan USS Abraham Lincoln. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:00 WIB

Lebih dari 110.000 warga Kanada menandatangani petisi menuntut pencopotan Duta Besar AS Pete Hoekstra. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:30 WIB

Kepala unit paramiliter Basij Iran menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh Iran, sehari setelah Presiden AS Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump

Jumat, 14 Agu 2026 - 16:00 WIB

Korea Utara mengancam akan menggunakan hak bela diri sambil mengecam latihan militer gabungan AS-Korea Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:35 WIB