Rezim Putus Internet Saat Patung Jenderal Soleimani Robo

Jumat, 9 Januari 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketahanan energi dalam tekanan. Presiden Donald Trump bertemu dengan para pemimpin industri minyak untuk memitigasi dampak blokade pelabuhan Iran yang diprediksi akan berlangsung selama berbulan-bulan di tengah lonjakan harga global. Dok: Sky News.

Ketahanan energi dalam tekanan. Presiden Donald Trump bertemu dengan para pemimpin industri minyak untuk memitigasi dampak blokade pelabuhan Iran yang diprediksi akan berlangsung selama berbulan-bulan di tengah lonjakan harga global. Dok: Sky News.

TEHRAN, POSNEWS.CO.ID – Iran terperosok ke dalam kegelapan informasi total pada Kamis malam. Secara tiba-tiba, rezim memutus akses internet di seluruh negeri di tengah gelombang protes yang kian tak terbendung. Pemantau kebebasan internet NetBlocks mendeteksi langkah drastis ini sebagai sinyal panik pemerintah menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam tiga tahun terakhir.

Awalnya, kondisi ekonomi yang memburuk memicu protes ini. Namun, gerakan tersebut kini telah bermetamorfosis menjadi gerakan nasional. Faktanya, demonstrasi telah mencapai seluruh 31 provinsi di Iran pada hari Kamis.

Bahkan, massa tidak lagi hanya berteriak soal harga telur. Di provinsi Fars selatan, demonstran melakukan aksi simbolik yang mengejutkan: mereka merobohkan patung mantan komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani. Bagi pendukung pemerintah, Soleimani adalah pahlawan mitos; sebaliknya bagi demonstran, ia adalah simbol rezim yang mereka lawan. Rekaman terverifikasi menunjukkan massa bersorak gembira saat patung itu mencium tanah.

Mogok Massal dan Korban Jiwa

Situasi di lapangan kian mencekam. Pemilik toko di wilayah Kurdi dan puluhan kota lain mematuhi seruan mogok massal dari kelompok politik oposisi. Akibatnya, jalanan sepi dari aktivitas ekonomi, namun ramai oleh teriakan perlawanan.

Baca Juga :  Modernisasi di Tengah Ketegangan: Tiongkok Tingkatkan Anggaran Pertahanan 7 Persen pada 2026

Sayangnya, aparat merespons dengan brutal. LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia melaporkan bahwa pasukan keamanan telah menewaskan setidaknya 45 pengunjuk rasa, termasuk delapan anak-anak, sejak demonstrasi pecah akhir Desember lalu.

“Bukti menunjukkan bahwa ruang lingkup penumpasan menjadi lebih kejam dan lebih luas setiap hari,” ujar Direktur IHR Mahmood Amiry-Moghaddam. Ia menambahkan bahwa aparat melukai ratusan orang dan menangkap lebih dari 2.000 lainnya.

Di sisi lain, media pemerintah melaporkan penyerang menikam seorang kolonel polisi hingga tewas di luar Teheran. Selain itu, lima orang tewas dalam serangan terhadap kantor polisi di Chenaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vakum Pemimpin dan Bayang-bayang Putra Shah

Berbeda dengan protes 2022 yang bersatu di bawah nama Mahsa Amini, gerakan kali ini tampak terdesentralisasi. Oleh karena itu, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, mencoba mengisi kekosongan kepemimpinan ini.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Jabodetabek Hujan Sore Ini, Waspada Petir dan Angin Kencang

Dari pengasingan, Pahlavi menyerukan warga untuk berteriak dari jendela rumah mereka sebagai tanda perlawanan. “Berdasarkan respons Anda, saya akan mengumumkan panggilan aksi berikutnya,” ujarnya dalam video yang viral.

Meskipun tingkat dukungan riilnya belum jelas, video-video protes memperlihatkan massa yang meneriakkan namanya. Sebagai respons, laporan menyebutkan aparat keamanan mulai menggunakan drone untuk mengidentifikasi dan mendatangi rumah warga yang berpartisipasi.

Ancaman Trump dan Ekonomi “Di Tali”

Tekanan bertubi-tubi kini menjepit Pemerintah Presiden Masoud Pezeshkian. Di dalam negeri, inflasi pangan melonjak 70 persen. Sementara itu, tekanan dari luar negeri terus berdatangan.

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan “memukul sangat keras” jika Teheran terus membunuh demonstran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan menyebut ekonomi Iran sudah “berada di tali” (on the ropes), mengisyaratkan keruntuhan yang kian dekat.

Teheran membalas dengan retorika tak kalah sengit. Panglima militer Iran mengancam akan melakukan serangan pendahuluan (pre-emptive strikes) terhadap negara mana pun yang mengancam kedaulatan mereka.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS
He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:58 WIB

Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:29 WIB

101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Berita Terbaru

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Ilustrasi, Ambang perang terbuka. Teheran memperingatkan balasan mematikan jika Washington melancarkan serangan baru, sementara penutupan Selat Hormuz terus mencekik 20% pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:54 WIB

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB