Penemuan Gila Chester Carlson Kini Hasilkan Triliunan Dokumen

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IBM dan Kodak pernah menertawakan idenya. Kini, teknologi

IBM dan Kodak pernah menertawakan idenya. Kini, teknologi "tulisan kering" Carlson menjadi mesin peradaban modern yang mencetak 500 lembar untuk setiap manusia di bumi. Dok: Istimewa.

ROCHESTER, POSNEWS.CO.ID – Menyalin adalah mesin peradaban. Budaya adalah perilaku yang terduplikasi. Sejak bangsa Sumeria memindahkan kata-kata lisan ke lempengan tanah liat 5.000 tahun lalu, manusia terus mencari cara untuk mengabadikan ide. Namun, hingga pertengahan abad ke-20, menyalin dokumen adalah pekerjaan yang menyiksa.

Sebelum revolusi terjadi, kantor-kantor bergantung pada teknologi yang rumit. James Watt, penemu mesin uap, menciptakan alat pres penyalin pada 1780, tetapi harganya selangit. Kemudian, pada 1950-an, mesin seperti Thermo-Fax muncul.

Sayangnya, mesin-mesin awal ini memiliki kelemahan fatal: mereka membutuhkan kertas kimia khusus yang mahal, berbau busuk, sulit dibaca, dan cenderung melengkung. Dunia perkantoran putus asa menunggu solusi yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketidaktahuan yang Antusias” dari Para Raksasa

Solusi itu datang dari sosok yang tak terduga: Chester Carlson. Lahir di Seattle pada 1906, Carlson tumbuh dalam kemiskinan yang nyaris tak terkatakan. Sebagai pengacara paten yang pemalu, ia menemukan metode xerography (berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tulisan kering”) dalam kesendirian pada tahun 1937.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap WN Malaysia dan China Bawa Amfetamin di Bandara Soetta dan Pademangan

Carlson menawarkan penemuannya ke lebih dari 20 perusahaan besar, termasuk IBM, General Electric, Eastman Kodak, dan RCA. Hasilnya tragis. Semua menolaknya. Mereka menunjukkan apa yang Carlson sebut sebagai “ketidaktahuan yang antusias” (enthusiastic lack of interest).

Para fisikawan yang mengunjungi gudang berangin tempat mesin pertama dibuat bahkan meragukan bahwa ide Carlson layak secara teoretis. Bagi mereka, menyalin dokumen ke kertas biasa tanpa bahan kimia basah terdengar mustahil.

Keberanian Haloid dan Lahirnya Xerox 914

Nasib berubah ketika sebuah perusahaan perlengkapan fotografi kecil bernama Haloid Company (kini Xerox Corporation) mengambil risiko tersebut. Pada 1959, mereka meluncurkan Haloid Xerox 914.

Mesin ini berbeda dari segalanya. Ia menghasilkan salinan tajam dan permanen di atas kertas biasa. Seketika itu juga, penemuan ini meledak di pasaran. Orang-orang mulai membuat salinan dengan kecepatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Majalah Fortune kemudian menobatkan mesin ini sebagai “produk paling sukses yang pernah dipasarkan di Amerika.” Faktanya, teknologi ini menjadi dasar bagi printer laser modern. Tahun ini saja, dunia akan memproduksi lebih dari tiga triliun salinan xerografik dan halaman cetak laser.

Baca Juga :  Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Miliarder yang Hidup Seperti Buruh Pabrik

Xerografi akhirnya membuat Carlson menjadi orang yang sangat kaya. Royaltinya mengalir deras dari setiap lembar kertas yang mesin Xerox muntahkan di seluruh dunia. Meskipun demikian, gaya hidupnya tetap sederhana.

Ia tidak pernah memiliki rumah kedua atau mobil mewah. Istrinya bahkan harus mendesaknya agar tidak membeli tiket kereta kelas tiga saat bepergian di Eropa. Uniknya, kenalan barunya sering mengira ia adalah buruh pabrik dan bertanya apakah ia anggota serikat pekerja.

“Barang-barangnya tampaknya terdiri dari sejumlah hal yang bisa dengan mudah ia tinggalkan,” kenang istri keduanya. Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Carlson diam-diam menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Saat ia meninggal pada 1968, Sekretaris Jenderal PBB turut memberikan penghormatan terakhir bagi pria yang mengubah cara dunia bekerja.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

António Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB