Perang Terbuka Gedung Putih vs The Fed: Trump Bidik Jerome

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Teheran secara resmi menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Pakistan, menuduh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Teheran secara resmi menolak berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai di Pakistan, menuduh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Benteng terakhir independensi ekonomi Amerika Serikat kini berada di bawah pengepungan. Administrasi Presiden Donald Trump secara mengejutkan membuka penyelidikan kriminal terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell. Langkah agresif ini langsung memicu badai kritik dari para ekonom top hingga senator Partai Republik sendiri.

Departemen Kehakiman AS melayangkan ancaman dakwaan terkait komentar Powell di Kongres mengenai renovasi gedung markas The Fed senilai $2,5 miliar. Namun, Powell tidak tinggal diam. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “dalih” (pretext) semata.

“Ancaman tuntutan pidana ini adalah konsekuensi dari The Fed menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik kami untuk publik, bukan mengikuti preferensi Presiden,” tegas Powell dalam pernyataan terbukanya.

“Serangan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya”

Dampak dari manuver ini langsung terasa di pasar. Tingkat bunga obligasi jangka panjang AS melonjak, sebuah sinyal bahwa investor mulai cemas. Ironisnya, kenaikan biaya pinjaman ini justru bisa menjadi bumerang bagi upaya Trump mengatasi masalah keterjangkauan ekonomi.

Baca Juga :  Skandal Berkas Epstein: Misteri Redaksi Nama Besar

Tiga mantan ketua The Fed—Janet Yellen, Ben Bernanke, dan Alan Greenspan—mengambil langkah langka dengan merilis pernyataan bersama. Mereka membunyikan alarm bahaya.

“Penyelidikan kriminal terhadap Powell adalah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menggunakan serangan jaksa guna merusak independensi The Fed,” bunyi pernyataan tersebut. Mereka memperingatkan “konsekuensi negatif yang sangat tinggi” bagi inflasi jika bank sentral kehilangan otonominya.

Partai Republik Terbelah

Langkah Trump ini ternyata tidak mendapat dukungan bulat dari partainya sendiri. Senator Republik Thom Tillis menyebutnya sebagai “kesalahan besar”. Ia bahkan bersumpah akan menolak calon The Fed pilihan Trump sampai masalah hukum ini selesai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senada dengan itu, Senator Lisa Murkowski menulis di X bahwa taruhannya terlalu tinggi. “Jika Federal Reserve kehilangan independensinya, stabilitas pasar kita dan ekonomi yang lebih luas akan menderita,” peringatnya.

Sebaliknya, Ketua DPR Mike Johnson memilih sikap pasif, mengatakan akan membiarkan proses tersebut “berjalan”. Menteri Keuangan Scott Bessent, menurut laporan Axios, secara pribadi memperingatkan Trump bahwa investigasi ini telah “menciptakan kekacauan”.

Baca Juga :  KPK Bongkar Tambang Emas Ilegal Dekat Sirkuit Mandalika, Hasil 3 Kilo Sehari

Motif di Balik Renovasi Gedung

Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman telah melayangkan surat panggilan pengadilan (subpoenas) minggu lalu. Fokus resminya adalah dugaan penyalahgunaan dana pembayar pajak dalam proyek renovasi gedung.

Akan tetapi, waktu peluncuran penyelidikan ini menimbulkan kecurigaan. Powell akan menyelesaikan masa jabatannya sebagai ketua pada bulan Mei, namun ia berhak tetap di Dewan Gubernur hingga 2028. Analis menduga langkah hukum ini bertujuan menekan Powell agar mundur sepenuhnya atau tunduk pada keinginan Gedung Putih soal suku bunga.

Trump sendiri membantah mengetahui detail aksi Departemen Kehakiman tersebut kepada NBC News. “Saya tidak tahu apa-apa tentang itu, tapi dia [Powell] jelas tidak terlalu bagus di The Fed, dan dia tidak terlalu bagus dalam membangun gedung,” sindir Trump.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB