Denmark dan Greenland Bersatu Tolak Klaim AS

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di depan eksekutif minyak, Trump tegaskan ambisinya mencaplok Greenland. Denmark peringatkan kiamat NATO jika AS menyerang sekutu sendiri. Dok: Istimewa.

Di depan eksekutif minyak, Trump tegaskan ambisinya mencaplok Greenland. Denmark peringatkan kiamat NATO jika AS menyerang sekutu sendiri. Dok: Istimewa.

KOPENHAGEN/BERLIN, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Denmark dan Greenland membentuk front persatuan yang kokoh pada hari Selasa (13/1). Mereka menolak mentah-mentah segala klaim eksternal atas Greenland. Penolakan ini terjadi hanya satu hari sebelum pembicaraan berisiko tinggi di Washington.

Selanjutnya, sikap keras ini beriringan dengan peringatan tajam dari Jerman. Berlin menegaskan bahwa langkah Amerika Serikat untuk “memperoleh” pulau Arktik tersebut sangat berbahaya. Akibatnya, hal itu akan menciptakan “situasi yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya” dalam sejarah NATO.

Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menggelar konferensi pers bersama pada Selasa sore. Mereka menyampaikan pesan tegas dan bersatu. Intinya jelas: Greenland tidak untuk dijual.

“Satu Bangsa Tidak Bisa Dibeli”

Frederiksen membingkai sikap ini sebagai masalah prinsip fundamental. Oleh karena itu, ini bukan sekadar urusan teritorial.

“Ini bukan hanya tentang Greenland atau Kerajaan. Sebaliknya, ini tentang fakta bahwa perbatasan tidak boleh berubah dengan paksa,” tegasnya. “Selain itu, satu bangsa tidak bisa dibeli. Dan ini tentang memastikan bahwa negara kecil tidak perlu takut pada negara besar.”

Lebih lanjut, ia menambahkan, “Kami berdiri tegak bukan hanya untuk diri kami sendiri. Namun, kami berdiri untuk tatanan dunia yang menjadi landasan demokrasi generasi sebelumnya.”

Kemudian, Frederiksen berbicara langsung kepada rakyat Greenland melalui kamera. “Saudara-saudara Greenland yang terkasih, ketahuilah bahwa kita berdiri bersama,” ucapnya.

Baca Juga :  Masa Depan Orde Liberal: Tantangan Populisme dan Kembalinya Politik Identitas

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan posisi rakyatnya. “Greenland tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat,” katanya. Ia menambahkan bahwa tujuan mereka tetaplah dialog damai berdasarkan kerja sama. Namun, dialog itu harus menghormati posisi konstitusional dan hak menentukan nasib sendiri.

Pertemuan Panas di Washington

Ketegangan ini memuncak menjelang pertemuan diplomatik tingkat tinggi. Rencananya, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen dan Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt akan menghadiri pembicaraan di Washington. Mereka akan bertemu Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio pada hari Rabu (14/1).

Media lokal Denmark melaporkan bahwa pembicaraan ini berlangsung di tengah ketegangan. Pasalnya, sejak kembali menjabat pada tahun 2025, Presiden AS Donald Trump berulang kali menyatakan keinginannya. Ia ingin “memperoleh” Greenland. Bahkan, Trump tidak menyampingkan penggunaan kekuatan.

Situasi Belum Pernah Terjadi di NATO

Reaksi keras juga datang dari Eropa daratan. Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius angkat bicara. Ia menyebut ambisi AS untuk mengendalikan Greenland sebagai ancaman bagi integritas aliansi.

“Ini akan menjadi situasi yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah NATO,” ujar Pistorius. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Kaja Kallas, di Berlin.

Baca Juga :  Rusia Larang Warganya Kunjungi Negara dengan Perjanjian Ekstradisi AS

Selanjutnya, Kallas menambahkan bahwa negara-negara anggota sedang mendiskusikan situasi ini. Mereka menyiapkan “alat di tangan kami” untuk menanggapi ambisi pemerintahan Trump. Namun, ia tidak merinci detailnya.

Di sisi lain, Pistorius menegaskan kembali dukungannya terhadap kedaulatan Denmark. Ia menekankan bahwa keamanan Greenland adalah tanggung jawab kolektif NATO. Oleh karena itu, ia mendesak peningkatan perlindungan kolektif untuk pulau tersebut.

Solidaritas Nordik

Dukungan untuk Denmark mengalir deras dari tetangganya. Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store menulis dukungan di platform media sosial X.

“Panggilan telepon yang baik dengan rekan-rekan Nordik malam ini: Kami berdiri bersama Kerajaan Denmark,” tulisnya. “Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan masalah mengenai Denmark dan Greenland.”

Senada dengan itu, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga menyuarakan solidaritasnya. “Baru saja berbicara dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, bersama dengan rekan-rekan Nordik kami. Kami berdiri di belakang Denmark dan Greenland,” tegasnya.

Sebagai informasi, Greenland adalah pulau terbesar di dunia. Wilayah ini berstatus otonom di dalam Kerajaan Denmark. Meskipun Kopenhagen memegang kendali atas pertahanan, Amerika Serikat tetap mempertahankan pangkalan militer di pulau tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam
Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon
Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:35 WIB

Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Berita Terbaru

Menjaga stabilitas kawasan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan evolusi strategi Indo-Pasifik di Hanoi. Ia menjanjikan dukungan finansial besar untuk ketahanan energi dan keamanan maritim guna menghadapi agresivitas China. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Sanae Takaichi Perkuat Aliansi Energi dan Keamanan di Vietnam

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:24 WIB