China-Kanada Mesra Lagi: Li Qiang dan Mark Carney Sepakati Kerja Sama Energi

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Simbol inovasi dan warisan. Gala Musim Semi 2026 (Chunwan) memukau miliaran penonton global dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, robot humanoid, dan kemegahan budaya tradisional Tiongkok. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Simbol inovasi dan warisan. Gala Musim Semi 2026 (Chunwan) memukau miliaran penonton global dengan integrasi teknologi kecerdasan buatan, robot humanoid, dan kemegahan budaya tradisional Tiongkok. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Angin segar berembus dalam hubungan diplomatik antara China dan Kanada. Perdana Menteri China Li Qiang menyambut hangat kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Balai Agung Rakyat, Beijing, pada hari Kamis (15/1).

Pertemuan ini menandai titik balik penting. Li Qiang menegaskan bahwa berkat upaya bersama kedua belah pihak, hubungan China-Kanada telah “berbalik arah”. Kini, hubungan tersebut mendapat sambutan luas dari berbagai sektor di kedua negara.

Li Qiang langsung tancap gas membahas ekonomi. Ia menyatakan keinginan China untuk memperkuat kerja sama dengan Kanada di berbagai sektor strategis. Sektor-sektor tersebut meliputi energi bersih, teknologi digital, pertanian modern, kedirgantaraan, manufaktur canggih, hingga keuangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tujuannya adalah menumbuhkan pendorong baru bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Li.

Baca Juga :  Tragis, Mahasiswi Asal NTT Dibunuh Remaja 16 Tahun di Kos Ciracas

Pintu Terbuka untuk Investasi

Beijing menggelar karpet merah bagi investor Kanada. Li menegaskan bahwa China menyambut lebih banyak perusahaan Kanada untuk berinvestasi di negaranya.

Namun, ia juga menitipkan pesan penting. Li berharap Kanada dapat menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan non-diskriminatif bagi perusahaan China yang berinvestasi di sana.

Menurut Li, China dan Kanada memiliki komplementaritas ekonomi yang kuat. Kerja sama bilateral ini didorong oleh dinamisme internal yang kuat dan menyimpan potensi yang sangat besar. Oleh karena itu, China siap menyelaraskan strategi pembangunannya dengan Kanada.

Carney: Komitmen “Satu China”

Di sisi lain, Perdana Menteri Mark Carney memberikan respons positif. Ia menegaskan bahwa pemerintah Kanada tetap teguh memegang kebijakan “Satu China” sejak pembentukan hubungan diplomatik.

Carney menyatakan kesiapan Kanada untuk memperkuat dialog di berbagai bidang berdasarkan rasa saling menghormati. Ia menyoroti peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, energi, ekonomi hijau, dan pertanian.

Baca Juga :  Celah di Jalur Blokade: Kapal Perancis dan Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz Lewat Jalur Diplomasi

“Perusahaan China dipersilakan untuk berinvestasi dan berbisnis di Kanada,” kata Carney. Ia menambahkan bahwa perusahaan Kanada pun merasa percaya diri untuk semakin memperdalam kerja sama dengan China.

Carney juga mencatat perubahan besar dalam situasi internasional saat ini. Oleh karena itu, Kanada bersedia meningkatkan komunikasi dengan China untuk bersama-sama mendukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam memainkan peran sentral di kancah global.

Panen Kesepakatan

Pertemuan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik. Setelah pembicaraan selesai, Li dan Carney menyaksikan langsung penandatanganan sejumlah dokumen kerja sama.

Cakupannya sangat luas. Kesepakatan tersebut meliputi bidang perdagangan, bea cukai, energi, konstruksi, budaya, hingga keamanan publik.

Selain itu, Li Qiang menyerukan kedua belah pihak untuk terus mendukung pertukaran di bidang pendidikan, pariwisata, olahraga, dan urusan pemuda. Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran antar-masyarakat yang lebih erat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Berita Terbaru

Solusi komputasi harian yang ringkas. COLORFUL merilis laptop Rimbook L1 Plus berlayar 16 inci 2.5K dan prosesor AMD Ryzen 7 7735HS. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

COLORFUL Resmi Meluncurkan Rimbook L1 Plus Ryzen 7

Jumat, 31 Jul 2026 - 07:10 WIB