Misi 3 Pengawas KKP Berakhir Hilang Kontak, Pesawat ATR 42-500 Dicari SAR di Maros-Pangkep

Minggu, 18 Januari 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di wilayah Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan oleh tim SAR gabungan. (Posnews/Ist)

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di wilayah Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan oleh tim SAR gabungan. (Posnews/Ist)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan masih dalam pencarian intensif tim SAR gabungan.

Operasi pencarian terus digelar hingga Minggu dini hari, bahkan 400 personel SAR dikerahkan untuk mencari keberadaan pesawat yang membawa 11 orang tersebut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono turut mengonfirmasi bahwa tiga pegawai KKP ikut dalam penerbangan yang hilang kontak.

Ketiganya tergabung dalam tim air surveillance PSDKP yang tengah menjalankan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui udara.

Baca Juga :  Pegawai Ditjen Pajak Korban Eksibisionis di Benhil, Pelaku Ojek 62 Tahun Ditangkap

Wahyu menyebutkan nama dan jabatan tiga pegawai itu sebagai bagian dari tim operasi udara.

Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dini hari dengan pembagian sektor dan tim sesuai medan di kawasan pegunungan Bantimurung, Leang-leang.

Basarnas memimpin operasi pencarian bersama TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, dan unsur lainnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pencarian juga melibatkan helikopter TNI Angkatan Udara dan upaya udara lain meski medan dan cuaca menjadi tantangan.

Kronologi Kontak Terputus

Pesawat hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, usai terbang dari Yogyakarta Adi Sucipto.

Baca Juga :  Hari Ke-8 Longsor Cisarua, 70 Jenazah Ditemukan - Pencarian 10 Korban Terus Dikebut

Air Traffic Control (ATC) sempat memberi arahan koreksi posisi karena pesawat tidak berada di jalur pendekatan semestinya.

Namun, setelah instruksi terakhir diterima, komunikasi pesawat terputus mendadak.

Belum lama ini, sejumlah serpihan yang diduga bagian pesawat ATR 42-500 ditemukan di lereng Gunung Balusaraung, yang berada di wilayah pencarian.

Serpihan itu kemudian dievakuasi ke lokasi yang lebih aman oleh petugas.

Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin menyatakan kemungkinan besar pesawat telah jatuh dan meledak, setelah laporan suara ledakan dan titik api diterima dari area pencarian. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB