Tragedi Tambang Gunung Pongkor, 11 Penambang Liar Tewas Hirup Asap Beracun

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan mengevakuasi korban tewas akibat asap beracun di tambang emas Gunung Pongkor, Bogor. (Posnews/Ist)

Petugas gabungan mengevakuasi korban tewas akibat asap beracun di tambang emas Gunung Pongkor, Bogor. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Insiden maut terjadi di tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) kawasan Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepulan asap beracun dari lubang tambang pada Rabu (14/1/2026) sore menewaskan 11 penambang emas liar yang berada di dalam area tambang bawah tanah.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyatakan aparat gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi korban begitu menerima laporan. Proses evakuasi melibatkan Polda Jabar, Polres Bogor, TNI, Pemda, serta unsur terkait.

Baca Juga :  Update Operasi Lilin 2025: Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Polri Ungkap Titik Rawan

Seluruh korban berhasil dievakuasi dan jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polisi mencatat korban berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Meski demikian, polisi belum melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Namun, langkah tersebut tetap terbuka jika dibutuhkan dalam proses penyelidikan lanjutan.

Baca Juga :  Pratama Arhan Resmi Bercerai dari Azizah Salsha, Fokus Karier di Bangkok United

Hingga kini, aparat masih mendalami penyebab munculnya asap beracun di dalam lubang tambang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, operasi pencarian korban tambahan resmi dihentikan setelah tim SAR gabungan tidak menemukan korban lain.

Polisi memastikan kadar gas karbon monoksida (CO) di dalam tambang kini berada di ambang batas aman, meski penyelidikan tetap berlanjut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia
Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas
Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China
Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis
150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku
May Day Bandung Ricuh, Massa Bakar Videotron dan Pos Polisi di Dago
Heboh May Day 2026: Polda Metro Jaya Tangkap 101 Orang, Sita Bom Molotov
Ukraina Siap Berbagi Keahlian Drone Tempur dengan Jepang

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:07 WIB

Bocah 4 Tahun di Rokan Hilir Meninggal Diduga Diperkosa, Polisi Usut Tuntas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:36 WIB

150 Massa Bertopeng Bikin Ricuh May Day Bandung, Polisi Buru Pelaku

Berita Terbaru

Visi kemitraan masa depan. Wakil Perdana Menteri China He Lifeng mengajak Belgia untuk mempererat tradisi kerja sama yang saling menguntungkan dan menjaga sistem perdagangan dunia yang terbuka di tengah dinamika hubungan China-Uni Eropa.  Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

He Lifeng Serukan Penguatan Kerja Sama China-Belgia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:49 WIB

Modernisasi armada laut. Presiden Pakistan Asif Ali Zardari meresmikan kapal selam pertama dari delapan unit kelas Hangor di Sanya, China, sebagai langkah strategis memperkuat pertahanan maritim dan deterensi di kawasan Samudra Hindia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:46 WIB

Ketahanan energi lintas benua. Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong dan pemerintah Korea Selatan menyepakati kerja sama strategis untuk menjamin kelancaran pasokan LNG dan produk minyak olahan guna meredam dampak penutupan Selat Hormuz. Dok: Yonhap.

INTERNASIONAL

Australia dan Korea Selatan Perkuat Pasokan di Tengah Krisis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:41 WIB