Buronan TPPO Rohingya Dibekuk di Turki, HS Aktor Penyelundupan Aceh–Bangladesh

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, pelaku diborgol. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jaringan perdagangan manusia lintas negara akhirnya terbongkar. Seorang warga negara Indonesia berinisial HS diringkus aparat setelah lama menjadi buronan kasus TPPO warga Rohingya.

Penangkapan ini langsung menggegerkan karena HS dikenal sebagai penghubung jalur gelap Bangladesh–Malaysia–Australia.

Divisi Hubungan Internasional Polri bergerak cepat. Berawal dari permintaan Red Notice Interpol oleh Polda Aceh, polisi memburu HS yang diduga menjadi aktor penting penyelundupan manusia asal Bangladesh menuju perairan Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modusnya keji, korban dijadikan komoditas bisnis lintas negara.

Baca Juga :  Pulang Besanan Berujung Maut, Mobil Pengantin Asal Bogor Terjun ke Jurang 2 Tewas

Selanjutnya, Interpol resmi menerbitkan Red Notice atas nama HS. Polisi melacak pergerakannya dan menemukan fakta mengejutkan.

Selama ini, HS bersembunyi di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, saat pengejaran menguat, pelaku kabur ke Istanbul, Turki.

Tak butuh waktu lama, tim gabungan internasional langsung menyergap. HS ditangkap di Turki dan dipulangkan ke Indonesia pada Rabu (21/1/2026).

Penangkapan ini menandai berakhirnya pelarian panjang pelaku TPPO jaringan Aceh–Cox’s Bazar.

Lebih jauh, polisi mengungkap peran HS sangat vital. Ia bertindak sebagai penghubung antarnegara, mulai dari Bangladesh, Malaysia, hingga Australia.

Baca Juga :  Bareskrim Tangkap Red Notice Interpol Kasus Scam Online Jaringan Kamboja

Indonesia hanya dijadikan negara transit dan lokasi penampungan sementara sebelum korban dikirim ke negara tujuan.

Ironisnya, ini bukan aksi pertama HS. Catatan kepolisian menyebut, pelaku pernah terjerat kasus serupa, namun tak kapok.

Ia justru memperluas jaringan mafia manusia hingga berskala transnasional.

Kini, HS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi memastikan pengusutan akan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan TPPO Rohingya hingga ke akar-akarnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Menit untuk Indonesia, Masyarakat Diminta Hening Saat Detik Proklamasi
Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai
Pemuda Bawa 530 Obat Keras Diciduk Brimob di Tanah Abang
Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai
Gempa NTT, Polri Kirim SAR Brimob dan Tim Medis
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Perairan Indonesia Timur
Prabowo Buka Jalan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Indonesia
Bareskrim Bongkar Judi Online Bermodus Pulsa, Transaksi Rp890 Miliar

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Tiga Menit untuk Indonesia, Masyarakat Diminta Hening Saat Detik Proklamasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:17 WIB

Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:47 WIB

Pemuda Bawa 530 Obat Keras Diciduk Brimob di Tanah Abang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Emas 2 Kg Disita, 2 WN India Diduga Terlibat Jaringan Dubai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Gempa NTT, Polri Kirim SAR Brimob dan Tim Medis

Berita Terbaru

Kantong parkir disiapkan untuk masyarakat yang menghadiri perayaan HUT ke-81 RI di kawasan Monas Jakarta.
(Posnews/Puspen TNI)

JABODETABEK

Mau Rayakan HUT RI di Monas? Ini 21 Lokasi Parkir yang Disiapkan

Senin, 17 Agu 2026 - 08:11 WIB