BGN Tegur Kepala SPPG Banyuwangi, Wajib Cek Sekolah Penerima MBG Langsung

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan pengarahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026), terkait pemantauan langsung sekolah penerima Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan pengarahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026), terkait pemantauan langsung sekolah penerima Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

BANYUWANGI, POSNEWS.CO.ID – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib turun langsung ke sekolah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).

Teguran ini menyusul viralnya kasus SDN 1 Batuporo Timur, Sampang, Madura, yang menerima jatah MBG 63 porsi meski sekolah tidak aktif, dan salah satu ruang kelas dipakai untuk karaoke.

Nanik menyampaikan kewajiban itu saat memberikan pengarahan kepada para Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi pada acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG, di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga :  Keracunan MBG Bandung Barat, Nitrit Sebagai Pemicu 1.315 Siswa Terkena

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, hadir dalam kegiatan tersebut.

Kasus SDN 1 Batuporo Timur menjadi sorotan publik karena sekolah tersebut semula memiliki 12 siswa laki-laki, 21 siswa perempuan, dan tujuh guru.

Namun, sebagian siswa akhirnya belajar di Madrasah dan hanya hadir pada hari Jumat. Akibat kelalaian Kepala SPPG, data MBG tidak akurat.

Jarak kantor SPPG hanya 10 menit dari sekolah, tetapi jatah MBG dikirim lewat pekarangan warga, sehingga kondisi nyata tidak terpantau.

Baca Juga :  MBG di SMAN 1 Cigemblong Kacau, Siswa Dapat Telur dan Jagung Mentah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œIni karena SPPG malas turun dan tidak mengecek ke lapangan,” kata Nanik.

Ia menegaskan, seluruh Kepala SPPG wajib mengunjungi sekolah penerima MBG maupun posyandu, berkoordinasi dengan guru, dan mendapatkan data terbaru.

β€œJangan sampai terulang kasus seperti di Madura itu,” tegasnya.

Dengan pendekatan ini, BGN berharap program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, data akurat, dan anak-anak penerima manfaat mendapatkan gizi sesuai ketentuan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral
Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni
Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan
Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026
Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026
Efek Konflik Timur Tengah, ASN Jakarta Bakal WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Pabrik Uang Palsu di Purwakarta Digerebek, Pelaku Ditangkap di Warung Nasi Goreng
Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:31 WIB

Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:44 WIB

Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:30 WIB

Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:12 WIB

Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru