Judi Online Kian Marak, Kapolri Sebut FOMO dan Literasi Rendah Jadi Pemicu

Selasa, 27 Januari 2026 - 06:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok: Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Dok: Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya angkat bicara soal maraknya praktik judi online yang kian meresahkan masyarakat.

Menurut Sigit, fenomena ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu dorongan ikut-ikutan atau fear of missing out (FOMO) yang membuat banyak orang tergoda mencoba judi daring.

Selain FOMO, Sigit menegaskan sejumlah faktor sosial turut memperparah penyebaran judi online.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari tingginya angka pengangguran, rendahnya tingkat kesejahteraan, hingga minimnya pendidikan dan literasi teknologi menjadi pintu masuk masyarakat terjerumus dalam praktik ilegal tersebut.

“Faktor utama menjamurnya judi online antara lain pengangguran, FOMO, kesejahteraan, pendidikan yang rendah, pemahaman teknologi yang minim, serta kesenjangan sosial yang tinggi,” ujar Listyo Sigit kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Lima Jasad Satu Keluarga Ditemukan Terkubur di Gudang Rumah H. Sahroni

Namun demikian, Sigit memastikan Polri tidak tinggal diam. Ia menyebut institusinya terus mengoptimalkan langkah penindakan hukum terhadap pengelola situs judi online, termasuk membongkar jaringan besar hingga menyita hasil kejahatan.

“Polri terus mengoptimalkan pemberantasan judi online, mulai dari pengungkapan website judi daring, penyitaan uang hasil kejahatan, sampai penangkapan para tersangka,” tegasnya.

Hingga saat ini, Polri telah mengungkap sebanyak 665 perkara judi online dan menetapkan 741 tersangka.

Baca Juga :  Ditpamobvit Polri Bimtek Pengamanan Wisata di Medan, Fokus Danau Toba

Tak hanya itu, aparat juga menyita aset senilai Rp1,5 triliun, memblokir 5.961 rekening, serta menutup 241.013 situs bermuatan judi online di berbagai platform digital.

Lebih lanjut, Sigit menambahkan bahwa pemberantasan judi online tidak hanya mengandalkan penegakan hukum.

Polri juga gencar melakukan langkah pencegahan agar masyarakat tidak semakin terjerumus.

“Selain penindakan pidana siber, kami telah melaksanakan 1.614 kegiatan preventif sebagai upaya mencegah masyarakat terlibat judi online,” tandas Kapolri.

Polri berharap penindakan tegas dan langkah preventif berkelanjutan mampu menekan judi online sehingga tidak lagi merusak tatanan sosial dan ekonomi masyarakat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:17 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB

Sinergi Tokyo-Washington di G7. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menggelar pertemuan bilateral singkat bersama Presiden AS Donald Trump untuk membahas isu Timur Tengah dan tarif dagang. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran

Rabu, 17 Jun 2026 - 15:17 WIB