Mantan Senator Divonis Penjara Karena Bius Rekan Parlemen

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

"Insiden Sampanye": Joël Guerriau klaim "bodoh" dan tidak sengaja, namun hakim melihat niat jahat di balik gelas yang terasa manis dan lengket itu. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Dunia politik Prancis kembali terguncang oleh skandal kekerasan seksual tingkat tinggi. Pada hari Selasa (27/1), pengadilan Prancis menyatakan mantan senator Joël Guerriau bersalah atas tindakan membius seorang anggota parlemen wanita, Sandrine Josso, dengan ekstasi.

Hakim menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada pria berusia 68 tahun tersebut, di mana 18 bulan di antaranya harus ia jalani di balik jeruji besi.

Vonis ini menjadi sorotan tajam karena terjadi tak lama setelah Prancis terpukul oleh kasus mengerikan Dominique Pelicot, pria yang membius istrinya selama bertahun-tahun agar orang asing bisa memerkosanya. Bagi Sandrine Josso, putusan ini adalah “kekecewaan yang sangat besar” yang akhirnya terangkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lega sekali,” ujar Josso tak lama setelah palu hakim diketuk. Sebaliknya, pengacara Guerriau menyatakan akan mengajukan banding.

Perayaan yang Berubah Mencekam

Di pengadilan, Josso (50) menceritakan kembali malam horor pada November 2023 itu dengan emosional. Ia datang ke apartemen Guerriau di distrik ke-6 Paris yang sang senator sebut sebagai perayaan atas terpilihnya kembali Guerriau.

Baca Juga :  Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

“Saya pergi dengan hati ringan… Seiring berjalannya malam, saya menemukan seorang penyerang,” kesaksiannya.

Josso adalah satu-satunya tamu malam itu. Kejanggalan bermula saat Guerriau menuangkan segelas sampanye di dapur. Josso menyadari rasanya aneh—manis dan lengket.

“Saya pikir mungkin itu sampanye yang buruk. Lalu dia bersikeras agar kami bersulang lagi. Saya merasa itu aneh,” katanya. Tak lama kemudian, jantungnya berpacu kencang dan ia merasa sangat tidak enak badan. Menyadari bahaya, ia bergegas meninggalkan apartemen dan menuju rumah sakit.

Laporan toksikologi mengonfirmasi kecurigaannya: ada dosis tinggi ekstasi dalam darahnya. Polisi juga menemukan narkoba tersebut di apartemen Guerriau.

Pembelaan “Idiot” vs Niat Memerkosa

Guerriau, yang telah mengundurkan diri dari majelis tinggi pada Oktober dan dipecat dari partai Horizons, menyangkal memiliki motivasi seksual.

Ia memberikan alibi yang oleh banyak pihak dianggap tidak masuk akal. Guerriau mengklaim ia menuangkan bubuk ekstasi ke dalam gelas sehari sebelum kejadian untuk menenangkan serangan panik dirinya sendiri, namun batal meminumnya dan mengembalikan gelas itu ke lemari.

Baca Juga :  Krisis Kepemimpinan Inggris: Kekalahan Bersejarah di Gorton dan Denton Ancam Posisi Keir Starmer

“Singkatnya, saya idiot,” simpulnya di pengadilan, menyebut insiden itu sebagai kecelakaan tragis terhadap teman yang sudah ia kenal selama 10 tahun.

Namun, Jaksa Benjamin Coulon menolak narasi tersebut. Ia berargumen bahwa Guerriau “sengaja menempatkan” MDMA di sampanye Josso.

“Dia memang tidak bertindak sesuai niatnya… tetapi dia memberikan obat-obatan kepadanya dengan tujuan memerkosanya,” tegas Coulon. Ia menambahkan dengan sinis, “Jika dia membius korban, apakah itu untuk mencuri dompetnya?”

Trauma Fisik dan Psikologis

Dampak kejadian ini sangat menghancurkan bagi Josso. Pengacaranya, Arnaud Godefroy, mengungkapkan bahwa kliennya harus mengambil cuti kerja selama enam bulan.

Josso mengalami serangkaian trauma: mimpi buruk, kilas balik, disosiasi, hingga harus menjalani perawatan psikiatris. Stres yang ekstrem bahkan menyebabkannya menggemeretakkan gigi begitu kuat hingga empat giginya harus dicabut.

Kasus ini menjadi ujian penting bagi hukum Prancis, yang tahun lalu baru saja mengadopsi prinsip persetujuan (consent) ke dalam definisi kejahatan pemerkosaan, mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: The Guardian

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB