Badai Salju Tewaskan 50 Orang, Florida Minus 4 Derajat

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa

Misteri ekonomi di balik garis lintang. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa "Annual Frost" atau embun beku tahunan menjadi salah satu kunci pembeda kemakmuran bangsa, sebuah teka-teki yang telah membingungkan para ahli selama berabad-abad. Dok: AP News.

NEW YORK/NASHVILLE, POSNEWS.CO.ID – Amerika Serikat kini berada dalam cengkeraman maut musim dingin. Pihak berwenang mengonfirmasi pada Selasa (27/1) malam bahwa badai salju dan suhu beku yang melanda sebagian besar negara tersebut telah menewaskan setidaknya 50 orang.

Angka ini melonjak tajam dari laporan awal pekan ini. Korban jiwa berjatuhan dengan cara yang tragis: anak-anak jatuh ke sungai yang membeku di Texas, keracunan karbon monoksida akibat pemanas ruangan yang tidak aman, hingga petugas menemukan gelandangan tewas membeku di kota-kota besar.

Badai masif ini telah menumpahkan salju tebal di jalur sepanjang lebih dari 1.300 mil (2.092 km) dari Arkansas hingga New England. Lapisan es tebal kini menyelimuti bagian selatan AS, wilayah yang biasanya tidak terbiasa dengan cuaca ekstrem semacam ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Florida Rasa Kutub Utara

Suhu beku merambat jauh ke selatan, menyentuh Tennessee, Arkansas, dan North Carolina. Prakiraan cuaca bahkan memperingatkan bahwa bagian utara Florida—negara bagian yang terkenal dengan sinar mataharinya—bisa mengalami penurunan suhu hingga minus 4 derajat Celsius.

Baca Juga :  Divhumas Polri Gelar Pasar Murah 2025, Harga Beras 10 Kg Hanya Rp110 Ribu

Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service) mengeluarkan peringatan keras. “Kedinginan ini bisa menjadi yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir untuk beberapa daerah,” bunyi peringatan tersebut.

Lebih buruk lagi, ahli meteorologi memprediksi badai musim dingin susulan akan menghantam Pantai Timur akhir pekan ini, membawa rekor suhu rendah baru.

410.000 Rumah Gelap Gulita

Di lapangan, kru darurat berpacu dengan waktu untuk memulihkan aliran listrik. Hingga Selasa malam, lebih dari 410.000 rumah dan bisnis masih gelap gulita. Lebih dari separuh pemadaman ini terjadi di Tennessee dan Mississippi.

Di Nashville, Tennessee, lebih dari 110.000 pelanggan masih hidup tanpa listrik. Ratusan warga terpaksa mencari perlindungan di pusat-pusat komunitas yang hangat.

Gubernur dan pejabat lokal di Mississippi meminta pasokan darurat, dan Garda Nasional telah turun tangan untuk membantu pengiriman bantuan. Sekolah-sekolah di North Carolina kembali tutup karena jalanan yang tertutup es membahayakan keselamatan siswa.

Baca Juga :  Detoksifikasi Total: Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda Setelah 30 Hari Berpuasa?

Bahaya Pemanas Gas dan Penerbangan

Pejabat kesehatan memperingatkan bahaya sekunder yang mematikan: keracunan karbon monoksida. Warga yang putus asa sering kali menggunakan kompor gas atau generator di dalam ruangan untuk menghangatkan diri, sebuah praktik yang bisa berakibat fatal.

Di sektor transportasi, sistem penerbangan AS mulai perlahan pulih setelah kekacauan total akhir pekan lalu di mana maskapai membatalkan lebih dari 17.000 penerbangan.

Maskapai membatalkan sekitar 6.300 penerbangan pada Senin dan 2.500 pada Selasa. Mereka memperkirakan “hanya” kurang dari 500 pembatalan pada hari Rabu, menandakan sedikit perbaikan meskipun ribuan penumpang masih terlantar.

Di Kentucky, pejabat memperingatkan bahwa paparan singkat terhadap udara dingin saat ini sudah cukup untuk menyebabkan radang dingin (frostbite) atau hipotermia. Mereka mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB