China dan Uruguay Perkuat Sinergi: Xi Jinping Dorong Kerja

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melampaui gas alam. China dan Turkmenistan menyepakati perluasan skala kerja sama energi serta akselerasi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan ekonomi digital guna mendukung modernisasi sosialis China 2026-2030. Dok: Istimewa.

Melampaui gas alam. China dan Turkmenistan menyepakati perluasan skala kerja sama energi serta akselerasi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan ekonomi digital guna mendukung modernisasi sosialis China 2026-2030. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – China dan Uruguay sepakat untuk memperkuat penyelarasan strategi pembangunan kedua negara. Kesepakatan ini muncul dalam pembicaraan resmi antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Uruguay Yamandú Orsi di Beijing pada Selasa (3/2).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Xi menyerukan pendalaman kerja sama di berbagai sektor kunci. Bidang-bidang tersebut meliputi ekonomi, perdagangan, keuangan, pertanian, peternakan, serta konstruksi infrastruktur dan teknologi informasi (ICT).

Eksplorasi Bidang Teknologi Masa Depan

Selain sektor tradisional, Presiden Xi mendorong kedua pihak untuk menggali potensi kerja sama di bidang-bidang berkembang. Fokus utama terletak pada pembangunan hijau, ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI), dan energi bersih.

Langkah ini bertujuan untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan transformasi industri di kedua negara. “China dan Uruguay harus terus saling mendukung secara teguh pada kepentingan inti dan perhatian utama masing-masing,” ujar Xi Jinping dalam pernyataan resminya. Ia juga menekankan pentingnya pertukaran pengalaman dalam tata kelola pemerintahan untuk memperdalam rasa saling percaya strategis.

Baca Juga :  10 Pedagang Beras di Jakarta Kena Tegur, Jual di Atas Harga Eceran Tertinggi

Dukungan Regional untuk Amerika Latin

Xi Jinping menegaskan kembali dukungan China terhadap negara-negara Amerika Latin dan Karibia (LAC) dalam menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan mereka. China secara konsisten menempatkan hubungan dengan kawasan LAC sebagai prioritas penting dalam diplomasi luar negerinya.

Secara khusus, China mendukung Uruguay yang tengah memegang kepemimpinan bergilir di Komunitas Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) serta Pasar Umum Selatan (Mercosur). Beijing menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan Uruguay untuk memajukan pembangunan komunitas China-LAC dengan masa depan bersama.

Baca Juga :  Arus ke Puncak Libur Imlek 2026 Tembus 6.200 Kendaraan, Polisi Terapkan One Way

Penandatanganan Dokumen Kerja Sama

Sebagai bukti nyata dari penguatan hubungan ini, kedua pemimpin menyaksikan penandatanganan lebih dari 10 dokumen kerja sama. Berkas-berkas tersebut mencakup berbagai bidang strategis, termasuk investasi dan perdagangan internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan Presiden Yamandú Orsi ke Beijing ini menandai babak baru dalam hubungan bilateral China-Uruguay. Kesepakatan yang tercapai diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi melalui sinergi infrastruktur dan inovasi teknologi tinggi di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB