Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi penuh percaya diri. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mampu memenangkan perang melawan Iran secara mandiri saat harga minyak mentah Brent melonjak melampaui USD 107 per barel akibat blokade Selat Hormuz. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Diplomasi penuh percaya diri. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mampu memenangkan perang melawan Iran secara mandiri saat harga minyak mentah Brent melonjak melampaui USD 107 per barel akibat blokade Selat Hormuz. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump mengirimkan pesan ketegasan ke panggung internasional menjelang kunjungannya ke China. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki kemampuan penuh untuk menyelesaikan konflik dengan Iran tanpa harus bergantung pada intervensi Presiden Xi Jinping.

“Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara, baik secara damai maupun sebaliknya,” ujar Trump kepada wartawan pada Selasa siang. Pernyataan ini meredam ekspektasi bahwa agenda utamanya di Beijing adalah meminta bantuan diplomatik China guna menekan Teheran.

Kebuntuan Gencatan Senjata dan Manuver Teheran

Meskipun gencatan senjata sementara telah berlaku selama lebih dari sebulan, progres menuju perdamaian permanen masih nol besar. Bahkan, Teheran justru terlihat semakin memperkuat posisinya di Selat Hormuz.

Laporan intelijen menyebutkan Iran telah menjalin kesepakatan dengan Irak dan Pakistan guna mendistribusikan minyak dan gas alam cair (LNG) dari kawasan tersebut secara sepihak. Langkah ini dipandang sebagai upaya normalisasi kontrol Iran atas jalur air yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia. Meskipun demikian, Gedung Putih mengeklaim telah mencapai kesepahaman dengan China bahwa tidak boleh ada negara yang memungut “biaya tol” di perairan internasional tersebut.

Baca Juga :  Candu Batubara dan Janji Mahal Teknologi Penangkapan Karbon

Dampak Ekonomi: Harga Minyak dan Inflasi AS

Kebuntuan di Teluk langsung memicu guncangan hebat di pasar komoditas. Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak hingga melampaui USD 107 per barel karena Selat Hormuz tetap tertutup bagi sebagian besar lalu lintas komersial.

Akibatnya, harga bensin di Amerika Serikat merangkak naik secara signifikan. Data terbaru menunjukkan harga konsumen pada bulan April mencatatkan kenaikan inflasi tahunan terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Kondisi ekonomi ini menjadi beban politik berat bagi pemerintahan Trump, mengingat pemilihan umum kongres akan berlangsung dalam waktu kurang dari enam hari.

Biaya Perang Membengkak Jadi USD 29 Miliar

Pentagon merilis data terbaru mengenai pengeluaran militer dalam konflik yang telah berlangsung selama sepuluh minggu ini. Biaya perang kini mencapai angka USD 29 miliar, melonjak USD 4 miliar dari estimasi bulan lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak otoritas menjelaskan bahwa pembengkakan biaya ini terjadi akibat kebutuhan pemeliharaan peralatan serta biaya operasional tinggi bagi armada laut. Saat ini, kapal induk Abraham Lincoln terus bersiaga di Laut Arab guna menegakkan blokade. Militer AS melaporkan telah mengalihkan rute 65 kapal komersial dan melumpuhkan empat kapal lainnya yang mencoba melanggar blokade tersebut.

Baca Juga :  Suap S$50 di Singapura: Pria Malaysia Didakwa Coba Sogok Polisi Lalu Lintas

Defiance Iran: Perluasan Zona Konflik

Di pihak lain, otoritas Iran tetap menunjukkan sikap menantang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) secara sepihak memperluas definisi wilayah Selat Hormuz menjadi zona yang membentang dari kota Jask di timur hingga Pulau Siri di barat.

Media pemerintah Iran juga menyiarkan latihan militer besar-besaran di Teheran yang berfokus pada persiapan menghadapi “serangan musuh.” Iran tetap pada tuntutannya, yakni pencabutan total blokade AS dan kompensasi kerusakan perang sebagai syarat penghentian permusuhan. Trump sebelumnya telah menolak poin-poin tuntutan tersebut dan menyebutnya sebagai dokumen “sampah.”

Ujian Kepemimpinan di Tahun 2026

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di Beijing pekan ini tetap menjadi titik balik krusial bagi stabilitas global. Singkatnya, jika diplomasi gagal meredakan tensi, dunia berisiko menghadapi resesi energi yang lebih panjang dan eskalasi militer yang tidak terkendali.

Dengan demikian, masyarakat internasional kini memantau apakah sikap percaya diri Trump mampu menghasilkan terobosan nyata, ataukah krisis di Selat Hormuz akan terus mencekik ekonomi dunia hingga akhir tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter
Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi
Polisi Gerebek 2 Apartemen, 37 Cartridge Vape Etomidate Disita dari Sindikat WNA China
Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:51 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:30 WIB

ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’

Berita Terbaru

Diplomasi penuh percaya diri. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mampu memenangkan perang melawan Iran secara mandiri saat harga minyak mentah Brent melonjak melampaui USD 107 per barel akibat blokade Selat Hormuz. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB