Pasukan Pakistan Rebut Kembali Kota Nushki: 197 Militan Tewas dalam Operasi Skala Besar

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, ertempuran di gurun Balochistan. Pasukan keamanan Pakistan menggunakan drone dan helikopter untuk mematahkan kepungan pemberontak separatis setelah bentrokan berdarah selama tiga hari. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, ertempuran di gurun Balochistan. Pasukan keamanan Pakistan menggunakan drone dan helikopter untuk mematahkan kepungan pemberontak separatis setelah bentrokan berdarah selama tiga hari. Dok: Istimewa.

QUETTA, POSNEWS.CO.ID – Pasukan keamanan Pakistan berhasil memulihkan kendali atas kota Nushki di wilayah barat daya setelah pertempuran sengit melawan pemberontak separatis. Polisi mengonfirmasi keberhasilan ini pada Rabu (4/2/2026) setelah kebuntuan selama tiga hari yang melumpuhkan kota berpenduduk 50.000 jiwa tersebut.

Operasi pembersihan ini melibatkan penggunaan drone dan helikopter tempur untuk menghancurkan posisi pemberontak. Meskipun kendali kota telah pulih, operasi militer terhadap Tentara Pembebasan Baloch (BLA) masih berlanjut di beberapa titik lain di provinsi tersebut.

Gelombang Serangan Terkoordinasi BLA

Prahara ini bermula dari gelombang serangan terkoordinasi BLA yang dimulai sejak Sabtu dini hari. Kelompok pemberontak terkuat di kawasan ini menyerbu sekolah, bank, pasar, hingga instalasi keamanan di seluruh Balochistan. Serangan ini tercatat sebagai salah satu operasi terbesar yang pernah mereka lakukan.

Baca Juga :  Perang Dagang Batal Meletus: China dan Uni Eropa Sepakati Soft Landing

Pihak berwenang mencatat total 58 korban jiwa selama akhir pekan, yang terdiri dari 22 aparat keamanan dan 36 warga sipil. “Saya mengira atap dan dinding rumah saya akan meledak,” ujar Robina Ali, seorang warga di Quetta, menggambarkan dahsyatnya ledakan yang mengguncang pusat administrasi provinsi.

Pertempuran di Nushki dan Penggunaan Teknologi Militer

Di Nushki, para pemberontak sempat menguasai kantor polisi dan instalasi keamanan lainnya. Pertempuran jarak dekat terjadi sebelum militer mengirimkan pasukan tambahan untuk mematahkan pengepungan.

Tujuh petugas polisi tewas dalam upaya merebut kembali kota tersebut. “Kami mengirim lebih banyak pasukan ke Nushki dan menggunakan bantuan udara melalui helikopter serta drone untuk melumpuhkan militan,” ungkap seorang pejabat keamanan yang meminta anonimitas. Di sisi lain, militer Pakistan mengklaim telah menewaskan 197 militan dalam rangkaian baku tembak di berbagai lokasi.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Ekstasi Terbongkar Usai Kecelakaan X-Trail di Tol Bakauheni - TNI Ungkap Modus Baru

Signifikansi Strategis dan Akar Konflik

Balochistan merupakan provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Wilayah yang kaya mineral ini berbatasan langsung dengan Iran dan Afghanistan. Selain kekayaan alamnya, Balochistan menjadi lokasi strategis bagi investasi besar Tiongkok, termasuk pelabuhan laut dalam Gwadar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberontak separatis etnis Baloch telah memimpin pemberontakan selama puluhan tahun untuk menuntut otonomi yang lebih besar. Mereka juga menuntut pembagian hasil sumber daya alam yang lebih adil bagi penduduk lokal. Melalui “Operasi Herof”, BLA mengklaim telah menewaskan ratusan tentara, meskipun pemerintah Pakistan membantah angka tersebut dan menyebutnya sebagai propaganda tanpa bukti.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat
Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk
Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:36 WIB

Pemukim Israel Bakar Desa-Desa Palestina di Tengah Eskalasi Perang Regional

Senin, 23 Maret 2026 - 19:10 WIB

Operasi Ketupat 2026 Hari ke-11: 251 Kecelakaan, 17 Tewas – Arus Balik Mulai Meningkat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:30 WIB

Bom Waktu 48 Jam: Trump Ancam Ratakan Listrik Iran, Teheran Targetkan Fasilitas Air Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB