NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Federal Reserve Bank of New York merilis laporan krusial pada Kamis (12/2/2026) yang membantah klaim politik mengenai kebijakan perdagangan. Laporan tersebut menegaskan bahwa konsumen dan pelaku usaha Amerika Serikat memikul beban finansial terbesar dari tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump.
Hasil riset ini mematahkan narasi yang menyebutkan bahwa negara asing akan membayar biaya pungutan tersebut. Sebaliknya, para eksportir asing tidak menurunkan harga mereka secara signifikan. Oleh karena itu, biaya tambahan tersebut sepenuhnya berpindah ke harga impor yang harus dibayar oleh pembeli domestik di Amerika.
Lonjakan Tarif dan Penyerapan Biaya
Berdasarkan laporan tersebut, tingkat tarif rata-rata di Amerika Serikat melonjak drastis dari 2,6 persen menjadi 13 persen dalam satu tahun terakhir. Angka ini mencerminkan agresivitas kebijakan ekonomi yang bertujuan mendorong produksi dalam negeri.
Namun demikian, data menunjukkan dampak yang sangat timpang. Studi tersebut menemukan bahwa Amerika menyerap 94 persen dampak tarif pada periode Januari hingga Agustus. Angka ini sedikit menurun menjadi 92 persen pada September-Oktober dan mencapai 86 persen pada akhir tahun. Bahkan, riset tersebut mencatat bahwa selama masa jabatan pertama Trump, beban biaya tersebut hampir 100 persen jatuh ke tangan pembeli Amerika karena eksportir asing tetap mempertahankan harga jual mereka.
Proyeksi Harga Konsumen Menurut CBO
Kantor Anggaran Kongres (CBO) juga merilis temuan serupa pekan ini. CBO memperkirakan bahwa tarif yang lebih tinggi mendorong kenaikan harga barang impor secara langsung. Pasalnya, produsen domestik sering kali harus menaikkan harga jual mereka untuk menutupi kenaikan biaya bahan baku impor.
Dalam jangka pendek, CBO memperkirakan pebisnis AS menyerap sekitar 30 persen biaya tarif tersebut. Selain itu, sekitar 70 persen sisanya akan berpindah kepada konsumen melalui label harga yang lebih mahal di rak-rak toko. Sementara itu, eksportir asing hanya menanggung sekitar lima persen dari total biaya kebijakan tersebut.
Pilar Ekonomi dan Ketidakpastian Pasar
Penerapan tarif tetap menjadi pilar utama dalam agenda ekonomi Presiden Trump. Kebijakan ini memiliki misi untuk meningkatkan pendapatan pemerintah, menekan mitra dagang, serta mendorong kembalinya industri manufaktur ke daratan Amerika.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, penyesuaian kebijakan yang terjadi berulang kali justru memicu gejolak pasar yang signifikan. Para pelaku ekonomi kini menghadapi ketidakpastian yang lebih tinggi dalam merencanakan investasi jangka panjang. Dunia usaha mendesak adanya transparansi dan stabilitas kebijakan perdagangan guna mencegah inflasi yang lebih parah di masa depan. Melalui laporan Fed NY ini, perdebatan mengenai siapa yang sebenarnya “menang” dalam perang dagang ini kembali menjadi sorotan utama di Washington.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















