Diplomasi di Ambang Perang: Trump Beri Sinyal Serangan

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Amerika Serikat meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran secara simultan. Gedung Putih secara eksplisit memperingatkan Teheran untuk segera mengambil keputusan politik guna menghindari eskalasi bersenjata.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Iran akan bertindak sangat bijaksana jika mau menjalin kesepakatan dengan Presiden Donald Trump. Selanjutnya, langkah ini dipandang sebagai upaya terakhir Washington untuk menekan Iran di meja perundingan sebelum beralih ke tindakan yang lebih represif.

Ancaman Trump dan Signifikansi Diego Garcia

Presiden Donald Trump mempertegas posisi tawar Amerika melalui unggahan di platform Truth Social pada Rabu. Ia memberikan sinyal mengenai kemungkinan serangan udara jika Iran terus mengulur waktu dalam proses negosiasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Trump mengeluarkan peringatan unik kepada Inggris terkait kedaulatan Kepulauan Chagos. Ia mendesak London agar tidak melepaskan wilayah tersebut karena pangkalan udara Diego Garcia di Samudra Hindia sangat krusial. Trump menilai pangkalan tersebut mungkin militer butuhkan untuk “memusnahkan potensi serangan dari rezim yang sangat tidak stabil dan berbahaya”. Dengan demikian, Washington tampak sedang mematangkan peta jalan militer yang komprehensif di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Putin: Serahkan Donbas atau Kami Rebut Paksa! Uni Eropa Balas dengan Pinjaman Reparasi €90 Miliar

Respon Teheran: Antara Diplomasi dan Harga Diri

Di sisi lain, Iran terus mengupayakan jalur politik meskipun dalam posisi tertekan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang menyusun kerangka kerja awal untuk pembicaraan masa depan dengan AS.

Namun demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan batasan yang sangat tegas. Ia menekankan bahwa meskipun Teheran ingin mengesampingkan opsi perang, mereka tidak akan menerima tuntutan yang menghina kedaulatan bangsa. “Jika mereka mencoba memaksakan kehendak, mempermalukan kami, dan menuntut agar kami menundukkan kepala dengan harga berapa pun, haruskah kita menerimanya?” ujar Pezeshkian dalam pernyataan resminya.

Baca Juga :  Paus Leo Tutup Tur Afrika dengan Kecaman Ketimpangan Ekonomi

Koordinasi dengan IAEA dan Ketegangan di Laut

Abbas Araghchi juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Kepala Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi. Alhasil, Iran mencoba menunjukkan fokus pada draf kerangka kerja yang koheren guna memajukan dialog nuklir di bawah pengawasan internasional. Meskipun begitu, ketegangan tetap tinggi karena Teheran masih membatasi akses inspektur IAEA ke beberapa situs yang sebelumnya pernah mendapatkan serangan udara.

Di lapangan, konfrontasi fisik terus membayangi. Washington telah memerintahkan kapal induk kedua untuk menuju Timur Tengah guna memperkuat USS Abraham Lincoln yang sudah bersiaga sekitar 700 kilometer dari pantai Iran. Sebagai balasan, Garda Revolusi Iran (IRGC) memulai latihan perang besar-besaran di Selat Hormuz pada Senin lalu. Oleh karena itu, penutupan sebagian jalur distribusi minyak global ini menjadi pengingat nyata bagi pasar dunia akan risiko perang yang sewaktu-waktu dapat pecah jika diplomasi di Jenewa menemui jalan buntu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB