Belasan Gajah Sumatera Amuk Perumahan Karyawan HTI di Siak, 5 Rumah Rusak

Senin, 23 Februari 2026 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kawanan gajah Sumatera berada di area perumahan karyawan HTI Rantau Bertuah, Siak, setelah merusak sejumlah rumah dan sepeda motor. (Posnews/Ist)

Kawanan gajah Sumatera berada di area perumahan karyawan HTI Rantau Bertuah, Siak, setelah merusak sejumlah rumah dan sepeda motor. (Posnews/Ist)

SIAK, POSNEWS.CO.ID – Belasan Gajah Sumatera masuk ke area perumahan karyawan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (22/2/2026) pagi.

Kawanan satwa dilindungi itu mengamuk dan merusak sedikitnya lima rumah dinas serta beberapa sepeda motor milik karyawan.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Karyawan yang panik langsung menyelamatkan diri saat gajah mendekati mes perusahaan, termasuk area milik PT Arara Abadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden konflik satwa liar tersebut.

Baca Juga :  Sains Semantik: Makna Bukan Sekadar Definisi dalam Kamus?

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kawanan gajah sempat menjadi tontonan warga.

Namun, situasi berubah tegang ketika hewan-hewan berukuran besar itu bergerak agresif dan mengejar kerumunan. Warga pun berlarian menghindari amukan.

Bupati Siak Afni Zulkifli memastikan pihaknya sudah menerima laporan dan langsung menginstruksikan penanganan cepat di lapangan.

β€œLaporan sementara mencatat lima rumah karyawan dan sejumlah sepeda motor rusak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Afni menambahkan, kawanan gajah liar tersebut sudah terpantau berkeliaran di sekitar Rantau Bertuah selama sepekan terakhir.

Baca Juga :  Jabodetabek Cerah Sabtu Ini, Warga Perlu Waspadai Terik Matahari

Bahkan, sebelumnya ada laporan gajah mendekati fasilitas umum seperti puskesmas setempat.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Siregar menegaskan personel langsung turun ke lokasi untuk mengamankan area dan mendata kerusakan.

Sekitar pukul 10.00 WIB, kawanan gajah akhirnya meninggalkan kawasan perumahan.

Insiden ini kembali menyoroti konflik manusia dan satwa liar di Riau yang kerap terjadi akibat penyempitan habitat.

Pemerintah daerah bersama aparat dan pihak perusahaan kini berkoordinasi untuk mengantisipasi pergerakan gajah agar tidak kembali masuk ke permukiman warga. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penelusuran Online Berujung Operasi Malam, 13 WNA Diamankan di Bali
Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi
Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja
Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena
Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi
Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J
Aris Sanda Ditemukan Tewas, Mobilnya Terbakar di Jalur Wamena-Mbua
Sopir Aris Sanda Disandera, Dipaksa Dukung Papua Merdeka lalu Ditembak

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 05:45 WIB

Penelusuran Online Berujung Operasi Malam, 13 WNA Diamankan di Bali

Jumat, 18 September 2026 - 07:29 WIB

Detik-detik Karyawati Toko Dikejar dan Dipukul, Dua OTK Diburu Polisi

Jumat, 18 September 2026 - 06:12 WIB

Sopir Lajuran Aris Sanda Tewas, Jenazah Dibawa Pulang ke Tanah Toraja

Jumat, 18 September 2026 - 05:43 WIB

Duka Kehilangan Suami, Sinta Bilolo Dievakuasi TNI dari Mbua ke Wamena

Kamis, 17 September 2026 - 19:21 WIB

Berkedok Bantuan Modal, Wanita Ini Diduga Sasar Lansia di Cileungsi

Berita Terbaru

Ilustrasi  Hujan mengguyur kawasan Jabodetabek pada Sabtu 19 September 2026.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Jangan Lupa Payung, Hujan Berpotensi Guyur Jabodetabek Sabtu Ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 05:34 WIB

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB