BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Niat seorang nenek berusia 73 tahun mencari nafkah dengan berjualan kue justru dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Di Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, nenek tersebut diduga diperdaya wanita yang mengaku hendak membantu memberikan modal usaha.
Bukannya mendapat bantuan, korban malah kehilangan sepasang anting dan uang hasil berjualan sekitar Rp520 ribu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polsek Cileungsi kemudian menangkap wanita yang diduga menjadi pelaku. Polisi menyebut aksi tersebut bukan kejadian pertama. Pelaku diduga telah menyasar warga lanjut usia selama hampir satu tahun.
Dibujuk dengan Janji Modal Usaha
Peristiwa itu terjadi pada Senin (14/9/2026). Saat itu, korban yang sehari-hari berjualan kue keliling didatangi pelaku.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengatakan, pelaku menggunakan modus menawarkan bantuan modal usaha. Korban kemudian diajak menuju lokasi yang lebih sepi.
“Pelaku membujuk korban dengan janji memberikan modal usaha hingga mengajak korban ke lokasi yang sepi,” kata Edison, Kamis (17/9/2026).
Setelah korban lengah, pelaku diduga mengambil sepasang anting yang dikenakan korban serta uang tunai hasil berjualan.
“Saat korban lengah, pelaku diduga mengambil perhiasan anting milik korban serta uang hasil berjualan sebesar Rp520 ribu,” ujar Edison.
Korban akhirnya kehilangan barang berharga yang berkaitan langsung dengan kehidupannya sehari-hari. Uang tersebut merupakan hasil dari jerih payah berjualan kue.
Polisi Ungkap Pelaku Sasar Lansia
Setelah menerima laporan, penyidik Polsek Cileungsi bergerak melakukan penyelidikan. Polisi kemudian mengamankan pelaku di kediamannya di wilayah Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi.
Dari pemeriksaan awal, polisi menyebut pelaku sengaja menyasar warga lanjut usia karena menganggap mereka lebih mudah diperdaya.
“Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku sengaja mengincar para lansia karena dianggap mudah diperdaya,” kata Edison.
Pengakuan tersebut membuat kasus berkembang. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya korban lain yang mengalami modus serupa.
Aksi Hampir Setahun, Korban Diduga Banyak
Polisi menyebut pelaku telah menjalankan aksinya selama hampir satu tahun. Total kerugian para korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Salah satu korban lainnya merupakan seorang nenek di wilayah Gandoang. Dalam kasus tersebut, pelaku diduga mengambil perhiasan korban dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.
Tidak berhenti di situ, pelaku juga diduga menggunakan modus berbeda terhadap seorang kakek asal Gandoang.
Pelaku disebut berpura-pura sebagai cucu korban. Dengan cara tersebut, pelaku kemudian membawa kabur uang sekitar Rp900 ribu.
“Seorang kakek asal Gandoang turut menjadi korban setelah pelaku berpura-pura sebagai cucunya dan membawa kabur uang sekitar Rp900 ribu. Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan dari para korban lainnya,” ujar Edison.
Polisi Telusuri Korban Lain
Kini penyidik masih mengembangkan perkara tersebut. Polisi mengumpulkan keterangan para korban dan menelusuri kemungkinan adanya aksi lain yang belum dilaporkan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, agar lebih waspada terhadap orang yang menawarkan bantuan, hadiah, uang atau modal usaha secara tiba-tiba.
Pelaku dapat menggunakan berbagai alasan untuk membangun kepercayaan sebelum mengajak korban berpindah ke lokasi yang sepi.
Karena itu, warga sebaiknya tidak mudah mengikuti ajakan orang yang belum dikenal.
Jika mendapat tawaran bantuan atau transaksi yang mencurigakan, warga dapat meminta pendampingan keluarga atau orang yang dipercaya.
Sementara itu, polisi masih mendalami seluruh dugaan aksi pelaku. Status hukum pelaku tetap mengikuti proses penyidikan dan asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. **
Editor : Hadwan













