JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir kembali melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat hujan deras selama dua hari berturut‑turut.
Akibatnya, sebanyak 1.553 jiwa terdampak banjir di Lombok Barat dan Bima, termasuk sebagian warga terpaksa mengungsi sementara waktu.
BNPB menyatakan banjir merendam sejumlah dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, pada Minggu (22/2/2026) setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Laporan itu datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Barat sekitar pukul 14.00 Wita.
708 Jiwa di Lombok Barat Terdampak
Petugas gabungan menemukan 182 kepala keluarga atau 708 jiwa warga terdampak genangan banjir di Lombok Barat. Meski begitu, BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa.
Petugas masih bersiaga di lapangan untuk mengantisipasi banjir susulan dan membantu warga di desa terdampak.
845 Jiwa di Bima Terdampak, Rumah dan Fasilitas Rusak
Sebelumnya, hujan lebat pada Sabtu (21/2/2026) juga memicu banjir di tujuh desa di tiga kecamatan, Kabupaten Bima.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil pendataan mencatat 241 kepala keluarga atau 845 jiwa terdampak, dan satu keluarga sempat mengungsi demi keselamatan.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bima melaporkan kerusakan material, berupa satu rumah rusak berat, dua fasilitas pendidikan terdampak, satu tempat ibadah, satu kantor desa, dan satu pasar ikut rusak akibat terjangan banjir.
Pada Minggu malam (22/2/2026), tinggi muka air di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora berkisar antara 10–70 cm.
Sementara itu, banjir di beberapa desa lain seperti Kawinda Na’e, Rasabou, dan Oi Panihi mulai berangsur surut.
Merespons potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu banjir susulan.
Selain itu, Peringatan Dini Cuaca BMKG menyebutkan sejumlah wilayah di NTB masih berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. (red)
Editor : Hadwan





















