Hari Ini Praperadilan Andrie Yunus Segera Diputus, Bukti CCTV Jadi Sorotan

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Posnews/KontraS)

Aktivis KontraS, Andrie Yunus. (Posnews/KontraS)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Sidang praperadilan kasus penanganan penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, memasuki tahap penentuan.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadwalkan pembacaan putusan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Berdasarkan jadwal persidangan yang diterima redaksi, hakim tunggal akan membacakan putusan atas permohonan praperadilan yang diajukan Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) sebagai kuasa hukum Andrie Yunus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Praperadilan Andrie Yunus, agenda putusan,” demikian tertulis dalam jadwal sidang.

Putusan ini menjadi sorotan karena akan menentukan arah penanganan kasus yang selama ini mendapat perhatian luas dari publik dan kelompok masyarakat sipil.

TAUD Persoalkan Bukti CCTV

Pada sidang 26 Mei 2026, TAUD dan Polda Metro Jaya telah menyerahkan kesimpulan kepada hakim.

Dalam dokumen tersebut, TAUD menyoroti tidak dihadirkannya sejumlah alat bukti yang sebelumnya dipublikasikan polisi saat konferensi pers.

Salah satunya rekaman CCTV yang dinilai penting untuk mengungkap kronologi penyerangan.

Anggota TAUD, Afif Abdul Qayyim, menilai polisi tidak menyerahkan seluruh bukti yang pernah diperlihatkan kepada publik.

Baca Juga :  Polsek Ciputat Timur Bongkar Peredaran Obat Keras Ilegal di Tangsel

Menurutnya, terdapat perbedaan antara bukti yang dipaparkan saat konferensi pers dan bukti yang diajukan dalam persidangan.

Minta Pelimpahan Kasus ke POM TNI Dibatalkan

Melalui permohonannya, TAUD meminta hakim menyatakan pelimpahan kasus penyerangan air keras terhadap Andrie Yunus ke Polisi Militer TNI tidak sah.

Jika permohonan dikabulkan, penyidikan berpotensi kembali ditangani aparat penegak hukum sipil.

Polisi juga wajib melanjutkan penyidikan guna mengungkap pelaku dan menetapkan tersangka berdasarkan hasil penyelidikan.

TAUD menilai langkah tersebut penting agar perkara diproses melalui mekanisme peradilan umum.

Sidang Pokok Perkara Tetap Berjalan

Sementara itu, Pengadilan Militer II-08 Jakarta tetap melanjutkan sidang pokok perkara penyerangan terhadap Andrie Yunus.

Dalam sidang hari ini, majelis hakim menjadwalkan pemeriksaan ahli yang diajukan terdakwa atau ahli a de charge dari bidang hukum pidana.

Sebelumnya, oditur militer menghadirkan sejumlah dokter sebagai saksi ahli. Mereka merupakan tenaga medis yang menangani Andrie Yunus pascainsiden penyerangan.

Baca Juga :  Polri Demosi Bripka Rohmad 7 Tahun Terkait Kematian Ojol Affan Kurniawan

Dua dokter dari RSCM yang memberikan keterangan yakni spesialis bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo dan spesialis mata Faraby Martha.

Keduanya menangani Andrie sejak 13 Maret 2026, beberapa hari setelah peristiwa terjadi.

Hakim Dalami Tingkat Keparahan Luka

Majelis hakim juga mendalami dampak luka yang dialami korban. Hakim menelusuri apakah luka tersebut tergolong luka berat, menimbulkan cacat permanen, atau membutuhkan pemulihan jangka panjang.

Penilaian itu dinilai krusial karena dapat memengaruhi konstruksi hukum dan pembuktian dalam perkara yang sedang disidangkan.

Dalam kasus ini, empat prajurit aktif TNI dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) menjalani persidangan sebagai terdakwa.

Mereka adalah Sersan Dua Edi Sudarko, Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono, Kapten Nandala Dwi Prasetya, dan Lettu Sami Lakka.

Publik kini menunggu dua proses hukum yang berjalan paralel, yakni putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan lanjutan sidang pokok perkara di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi
Detik-Detik BYD Atto 1 Tabrak Beruntun di Blok M, Pengemudi Ojol Patah Kaki
Kampung Ambon Kembali Digerebek, Polisi Sita 10 Senjata Tajam dan Airsoft Gun

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu

Berita Terbaru