Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor Sawit

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Skandal besar komoditas strategis. Kejaksaan Agung RI menetapkan 11 tersangka atas kasus manipulasi ekspor minyak sawit mentah yang merugikan negara belasan triliun rupiah. Dok: Istimewa.

Skandal besar komoditas strategis. Kejaksaan Agung RI menetapkan 11 tersangka atas kasus manipulasi ekspor minyak sawit mentah yang merugikan negara belasan triliun rupiah. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus menetapkan $11$ tersangka kasus korupsi ekspor sawit. Kasus megakorupsi ini berkaitan dengan penyimpangan izin ekspor minyak sawit mentah sepanjang periode tahun $2022$ hingga $2024$.

Sementara itu, para tersangka kini menjalani masa penahanan selama $20$ hari ke depan demi proses penyidikan. Direktur Penyidikan JAM Pidsus menjelaskan bahwa penetapan tersangka ini berjalan setelah penyidik mengantongi bukti yang cukup kuat.

Modus Manipulasi Klasifikasi Komoditas

Pemerintah Indonesia menerapkan aturan ketat berupa kewajiban pemenuhan pasar domestik untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng. Namun, para pelaku secara sengaja merekayasa klasifikasi komoditas ekspor demi menghindari aturan pembatasan tersebut.

Mereka mendaftarkan produk minyak sawit mentah berkualitas tinggi sebagai limbah atau residu padat kelapa sawit. Secara spesifik, pelaku mengekspor produk komoditas strategis menggunakan kode kepabeanan untuk limbah cair pabrik sawit.

Akibatnya, eksportir dapat mengirim barang ke luar negeri secara bebas tanpa terkena kewajiban pasar dalam negeri. Kebijakan proteksi minyak goreng domestik pun menjadi tidak efektif karena kebocoran ekspor ilegal ini.

Keterlibatan Oknum Pejabat dan Praktik Suap

Penyimpangan ekspor skala besar ini melibatkan kerja sama erat antara pihak swasta dan oknum kementerian terkait. Pejabat perindustrian dan aparatur bea cukai Pekanbaru diduga menerima aliran dana suap dari para pengusaha hitam.

Sebagai contoh, oknum Dirjen Bea Cukai membantu memuluskan dokumen ekspor komoditas dengan klasifikasi yang salah. Oleh karena itu, administrasi ekspor bodong ini tetap berjalan tanpa koreksi dari pihak pengawas pelabuhan.

Baca Juga :  Gaza Bersiap Sambut Pasukan Internasional: AS Pimpin Perencanaan, Hamas Beri Lampu Hijau Bersyarat

Para tersangka yang berasal dari direksi perusahaan swasta juga secara aktif merancang skema manipulasi klasifikasi ini. Penyidik mengonfirmasi adanya imbalan keuangan atau uang suap kepada oknum pejabat untuk mengamankan proses administrasi.

Kerugian Negara Fantastis dan Ancaman Hukum

Praktik korupsi sistemik ini merusak tata kelola industri sawit nasional dan merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Penyidik memperkirakan hilangnya penerimaan negara dari bea keluar mencapai $Rp10{,}6$ triliun hingga $Rp14{,}3$ triliun.

Dengan demikian, kasus ekspor ilegal ini menjadi salah satu skandal korupsi komoditas terbesar tahun ini. Jaksa penyidik menjerat para tersangka menggunakan pasal korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan KUHP baru.

Pihak berwenang menempatkan para tersangka di Rumah Tahanan Salemba untuk mencegah risiko melarikan diri. Tim auditor negara saat ini juga masih terus menghitung kerugian keuangan negara secara mendetail.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB