Donald Trump Klaim Israel dan Hezbollah Sepakat Kurangi Serangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Upaya meredam konflik regional. Presiden Donald Trump mengeklaim Israel dan Hezbollah sepakat membatasi serangan demi memuluskan jalannya perundingan gencatan senjata total. Dok: Istimewa.

Upaya meredam konflik regional. Presiden Donald Trump mengeklaim Israel dan Hezbollah sepakat membatasi serangan demi memuluskan jalannya perundingan gencatan senjata total. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan penting antara Israel dan kelompok milisi Hezbollah. Melalui kebijakan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengurangi intensitas pertempuran di Lebanon.

Trump menyampaikan perkembangan positif ini setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan Hezbollah melalui pihak perantara.

“Tidak akan ada tentara Israel yang pergi ke Beirut,” ujar Trump dalam unggahan media sosialnya pada Senin. Dengan demikian, ia memastikan bahwa pasukan yang sedang menuju ke sana telah berbalik arah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peringatan Keras Netanyahu dan Sikap Hezbollah

Meskipun demikian, Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan yang sedikit berbeda terkait kesepakatan tersebut. Menurutnya, ia justru menyampaikan peringatan keras secara langsung kepada Trump.

Baca Juga :  Trump di Davos: Tak Ada Jalan Mundur Soal Greenland

Netanyahu menegaskan militer Israel akan tetap menyerang target di Beirut jika Hezbollah tidak menghentikan serangan. Oleh karena itu, pasukan Israel akan terus beroperasi sesuai rencana di wilayah selatan Lebanon.

Sementara itu, pihak Hezbollah belum memberikan pernyataan resmi secara langsung mengenai klaim kesepakatan ini. Padahal, kedua belah pihak sebenarnya berada di bawah kesepakatan gencatan senjata sejak pertengahan April lalu.

Diplomasi Regional dan Dampak Perang Iran

Perselisihan ini menjadi hambatan besar bagi rencana perpanjangan gencatan senjata dalam perang Iran. Sebab, pemerintah Iran menuntut agar kesepakatan damai dengan AS juga mencakup wilayah Lebanon secara menyeluruh.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan sikap negaranya melalui media sosial. Ia menilai pelanggaran gencatan senjata di satu lini berarti kegagalan kesepakatan di semua front.

Baca Juga :  Biaya Haji 2026 Turun, DPR dan Pemerintah Sepakati Rp 87,4 Juta per Jemaah

Oleh sebab itu, otoritas Lebanon terus berupaya mengamankan persetujuan Hezbollah atas proposal perdamaian AS. Sebagai contoh, proposal rancangan Menteri Luar Negeri Marco Rubio melarang serangan ke pinggiran selatan Beirut.

Eskalasi Militer di Lapangan

Beberapa saat setelah pengumuman Trump, sirene peringatan rudal justru kembali berbunyi di wilayah utara Israel. Akibatnya, militer Israel mendeteksi peluncuran beberapa roket baru dari arah Lebanon.

Serangan udara Israel juga menewaskan enam warga di Lebanon selatan pada malam harinya. Bahkan, serangan tersebut merusak infrastruktur penting termasuk sebuah rumah sakit di kota pelabuhan Tyre.

Pada akhirnya, kedua negara tetap menjadwalkan pertemuan langsung di Washington untuk membahas gencatan senjata total. Dengan begitu, para negosiator berharap dapat menghentikan penderitaan warga sipil akibat konflik berkepanjangan ini.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terbaru

OPPO Find X10 Series dikabarkan membawa sensor khusus Danxia Color untuk menjaga konsistensi warna kulit pada foto portrait. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

OPPO Find X10 Series Dikabarkan Bawa Sensor Danxia Color

Selasa, 8 Sep 2026 - 14:31 WIB

Ilustrasi, Nexon dikabarkan hampir mendapatkan lisensi pengembangan game baru StarCraft dari Blizzard, membuka peluang kebangkitan franchise legendaris ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nexon Dikabarkan Dekati Kesepakatan Lisensi Game Baru

Selasa, 8 Sep 2026 - 13:22 WIB