WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan penting antara Israel dan kelompok milisi Hezbollah. Melalui kebijakan ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengurangi intensitas pertempuran di Lebanon.
Trump menyampaikan perkembangan positif ini setelah berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Selain itu, ia juga berkomunikasi dengan Hezbollah melalui pihak perantara.
“Tidak akan ada tentara Israel yang pergi ke Beirut,” ujar Trump dalam unggahan media sosialnya pada Senin. Dengan demikian, ia memastikan bahwa pasukan yang sedang menuju ke sana telah berbalik arah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peringatan Keras Netanyahu dan Sikap Hezbollah
Meskipun demikian, Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan yang sedikit berbeda terkait kesepakatan tersebut. Menurutnya, ia justru menyampaikan peringatan keras secara langsung kepada Trump.
Netanyahu menegaskan militer Israel akan tetap menyerang target di Beirut jika Hezbollah tidak menghentikan serangan. Oleh karena itu, pasukan Israel akan terus beroperasi sesuai rencana di wilayah selatan Lebanon.
Sementara itu, pihak Hezbollah belum memberikan pernyataan resmi secara langsung mengenai klaim kesepakatan ini. Padahal, kedua belah pihak sebenarnya berada di bawah kesepakatan gencatan senjata sejak pertengahan April lalu.
Diplomasi Regional dan Dampak Perang Iran
Perselisihan ini menjadi hambatan besar bagi rencana perpanjangan gencatan senjata dalam perang Iran. Sebab, pemerintah Iran menuntut agar kesepakatan damai dengan AS juga mencakup wilayah Lebanon secara menyeluruh.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan sikap negaranya melalui media sosial. Ia menilai pelanggaran gencatan senjata di satu lini berarti kegagalan kesepakatan di semua front.
Oleh sebab itu, otoritas Lebanon terus berupaya mengamankan persetujuan Hezbollah atas proposal perdamaian AS. Sebagai contoh, proposal rancangan Menteri Luar Negeri Marco Rubio melarang serangan ke pinggiran selatan Beirut.
Eskalasi Militer di Lapangan
Beberapa saat setelah pengumuman Trump, sirene peringatan rudal justru kembali berbunyi di wilayah utara Israel. Akibatnya, militer Israel mendeteksi peluncuran beberapa roket baru dari arah Lebanon.
Serangan udara Israel juga menewaskan enam warga di Lebanon selatan pada malam harinya. Bahkan, serangan tersebut merusak infrastruktur penting termasuk sebuah rumah sakit di kota pelabuhan Tyre.
Pada akhirnya, kedua negara tetap menjadwalkan pertemuan langsung di Washington untuk membahas gencatan senjata total. Dengan begitu, para negosiator berharap dapat menghentikan penderitaan warga sipil akibat konflik berkepanjangan ini.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












