PINTAR BI 2026: Cara Mudah Tukar Uang Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan penukaran uang baru melalui platform PINTAR BI Bank Indonesia menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (Posnews/Ist)

Layanan penukaran uang baru melalui platform PINTAR BI Bank Indonesia menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Platform PINTAR BI menjadi solusi cepat bagi masyarakat yang ingin menukar uang baru secara online.

Bank Indonesia (BI) menghadirkan layanan ini khusus saat permintaan tinggi, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Melalui situs resmi pintar.bi.go.id, masyarakat bisa memesan penukaran uang tanpa antre panjang. Dengan sistem daring, BI memastikan proses lebih tertib, aman, dan bebas calo.

BI Siapkan Rp8,6 Triliun untuk SERAMBI 2026

Pada 2026, Bank Indonesia menyiapkan dana Rp8,6 triliun untuk program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI).

Setiap orang bisa menukar maksimal Rp5,3 juta per paket, dengan pecahan mulai Rp50.000 hingga Rp1.000.

Baca Juga :  BMKG: Jabodetabek Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang - Waspada Siang-Sore

Selain itu, layanan tersedia di ribuan titik, seperti kas keliling BI dan bank umum yang ditunjuk. Namun, masyarakat wajib daftar online lebih dulu. BI tidak melayani penukaran langsung tanpa booking.

Cara Daftar PINTAR BI

Agar tidak gagal dapat kuota, ikuti langkah ini:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Akses pintar.bi.go.id
  • Pilih menu penukaran kas keliling
  • Tentukan lokasi dan jadwal
  • Isi data diri (NIK, nama, email, nomor HP)
  • Pilih nominal sesuai batas maksimal
  • Simpan bukti pemesanan dan bawa KTP saat penukaran

Pastikan uang yang ditukar tersusun rapi dan sesuai ketentuan.

Syarat Penting yang Wajib Dipatuhi

  • Satu KTP hanya untuk satu kali penukaran per periode
  • Wajib hadir sesuai jadwal dan lokasi
  • Tidak ada biaya alias gratis
  • Kuota terbatas dan bisa cepat habis
Baca Juga :  KPK Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, Pejabat Kemenag Diduga Terima Jatah

Karena itu, masyarakat disarankan login 10–15 menit sebelum pendaftaran dibuka. Gunakan internet stabil dan hindari refresh berulang saat masuk ruang tunggu virtual.

Lebih Aman dan Bebas Pungli

Dengan PINTAR BI, masyarakat terhindar dari jasa penukaran ilegal yang rawan pungli atau uang palsu. Bank Indonesia menjamin seluruh uang hasil penukaran dalam kondisi asli dan layak edar.

Singkatnya, PINTAR BI menjadi cara paling aman, praktis, dan resmi untuk mendapatkan uang baru jelang Lebaran 2026. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menata Ulang Norma Internasional di Era Digital
Skandal Epstein Guncang Inggris: Mantan Dubes Peter Mandelson Ditangkap Polisi
Guncangan Perdagangan Global: Trump Ancam Tarif Lebih Tinggi Pasca-Kekalahan di Mahkamah Agung
Kecelakaan Bus Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari, Pengendara Luka
Polisi Tangkap Pria Ngaku Aparat Usai Aniaya 3 Pegawai SPBU Cipinang
Anak Pejabat Mamuju Tersangka Tabrak 2 Warga, Tak Ditahan karena Masih di Bawah Umur
Sekjen PBB Serukan Gencatan Senjata Penuh dan Tanpa Syarat
Skandal AI di Kanada: Pemerintah Panggil Pimpinan OpenAI Terkait Kegagalan Deteksi Dini Penembakan Massal

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:00 WIB

Menata Ulang Norma Internasional di Era Digital

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:39 WIB

Skandal Epstein Guncang Inggris: Mantan Dubes Peter Mandelson Ditangkap Polisi

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:30 WIB

Guncangan Perdagangan Global: Trump Ancam Tarif Lebih Tinggi Pasca-Kekalahan di Mahkamah Agung

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:23 WIB

Kecelakaan Bus Transjakarta dan Ojol di Gunung Sahari, Pengendara Luka

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:03 WIB

Polisi Tangkap Pria Ngaku Aparat Usai Aniaya 3 Pegawai SPBU Cipinang

Berita Terbaru

Ilustrasi, Mendefinisikan ulang ruang siber. Melalui kacamata Konstruktivisme, persaingan teknologi AI dan siber bukan merupakan takdir konflik. Hal ini merupakan peluang untuk membangun norma baru yang kooperatif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menata Ulang Norma Internasional di Era Digital

Selasa, 24 Feb 2026 - 19:00 WIB