Kyiv Membeku: Rusia Gempur dengan Rudal Kinzhal

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

FLORIDA, POSNEWS.CO.ID – Langit Ukraina kembali membara pada Sabtu (27/12/2025). Kementerian Pertahanan Rusia mengakui telah melancarkan “serangan masif” semalam suntuk menggunakan senjata presisi jarak jauh.

Serangan tersebut melibatkan kombinasi mematikan dari drone dan rudal, termasuk rudal aerobalistik hipersonik Kinzhal. Akibatnya, sirene serangan udara meraung selama hampir 10 jam di ibu kota.

Dampak kemanusiaannya sangat nyata. Serangan ini menewaskan dua orang dan melukai 46 warga sipil. Selain itu, infrastruktur energi hancur lebur. Plt Menteri Energi Ukraina, Artem Nekrasov, melaporkan bahwa lebih dari 500.000 orang di wilayah Kyiv kini hidup tanpa listrik. Sementara itu, 22.000 konsumen di wilayah Chernihiv juga mengalami nasib serupa.

“Serangan ini adalah jawaban Rusia atas upaya perdamaian kami. Ini benar-benar menunjukkan bahwa Putin tidak menginginkan perdamaian,” tegas Presiden Volodymyr Zelenskyy.

Rusia Klaim Rebut 5 Kota Baru

Di sisi lain, Moskow mengklaim keberhasilan besar di medan tempur. Komandan Rusia melaporkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa pasukan mereka telah merebut lima kota strategis baru.

Baca Juga :  Netanyahu Temui Trump Akhir Desember: Bahas Fase Sulit Gencatan Senjata dan Pelucutan Senjata Hamas

Kota-kota tersebut adalah Myrnohrad, Rodynske, dan Artemivka di wilayah Donetsk, serta Huliaipole dan Stepnohirsk di wilayah Zaporizhzhia. Hingga kini, Ukraina belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim jatuhnya Huliaipole.

Putin menegaskan posisinya. Menurutnya, jika Ukraina tidak ingin menyelesaikan konflik secara damai, maka Rusia akan mencapai semua tujuan “operasi militer khusus” dengan kekuatan paksa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Pertahanan Rusia juga melaporkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka. Mereka mengklaim telah mencegat 111 drone Ukraina dalam waktu tiga jam di enam wilayah Rusia, termasuk delapan unit di atas langit Moskow.

Bantuan Kanada $2,5 Miliar Dolar

Di tengah gempuran tersebut, Zelenskyy terus bergerak di jalur diplomasi. Sebelum terbang ke Florida, ia singgah di Halifax, Kanada, untuk bertemu Perdana Menteri Mark Carney.

Pertemuan itu membuahkan hasil manis. Carney berkomitmen memberikan bantuan baru senilai 2,5 miliar dolar Kanada (sekitar $1,83 miliar AS).

Baca Juga :  Kritik Keras China Soal Kunci Radar ke Jet Jepang, Tensi Asia Timur Membara

Dana ini mencakup pembiayaan yang memungkinkan IMF meminjamkan uang ke Ukraina, serta penangguhan layanan utang. “Kanada telah berkomitmen memberikan dukungan baru, tidak hanya untuk membantu mengakhiri perang ini, tetapi juga membantu rakyat Ukraina pulih,” janji Carney.

Penentuan di Florida

Kini, fokus dunia tertuju pada pertemuan Zelenskyy dan Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan pada Minggu pukul 3 sore di Florida.

Trump menyuarakan optimisme menjelang pertemuan tersebut. “Saya pikir ini akan berjalan baik dengan dia (Zelenskyy). Saya pikir ini akan berjalan baik dengan Putin,” ujarnya.

Namun, Trump juga memberikan catatan tegas. “Dia (Zelenskyy) tidak memiliki apa-apa sampai saya menyetujuinya. Jadi kita lihat saja apa yang dia punya,” tambah Trump kepada wartawan.

Kedua negara masih memegang teguh garis merah mereka. Zelenskyy bersikeras tidak akan mengakui penyitaan tanah Ukraina secara hukum. Sebaliknya, Putin mengisyaratkan terbuka untuk pertukaran wilayah, asalkan ia mendapatkan seluruh wilayah Donbas.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB