GROBOGAN, POSNEWS.CO.ID – Orangtua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya di bulan Ramadan. Pasalnya, aksi tawur sarung kembali memakan korban jiwa.
Seorang remaja bernama Zaki Mandala Rifky tewas setelah diduga menerima pukulan keras saat terlibat tawuran bersama sejumlah temannya di Desa Termas, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (25/2/2026).
Insiden tragis itu terjadi di lapangan desa yang dalam kondisi sepi. Zaki, siswa kelas IX salah satu SMP di Karangrayung, mengalami luka serius di bagian kepala dan badan.
Warga menduga pukulan keras menjadi penyebab kondisinya kritis.
Menurut keterangan warga, sekelompok remaja terlibat tawur sarung yang telah dimodifikasi agar lebih berat dan menyakitkan saat diayunkan.
Aksi tersebut berlangsung tanpa diketahui warga sekitar karena lokasi minim penerangan dan jauh dari permukiman, sekitar pukul 23.00 WIB.
Usai insiden, para pelaku membawa Zaki pulang ke rumahnya bersama sepeda motornya. Namun, kondisinya sudah kritis. Tak lama kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Waktu itu tidak ada warga yang tahu. Lokasinya memang sepi. Tiba-tiba terdengar teriakan histeris dari rumah korban,” ujar Guntur, warga Desa Termas, Kamis (26/2/2026).
Keluarga mengaku tidak mengetahui Zaki keluar rumah untuk mengikuti tawuran. Mereka baru sadar setelah tubuh korban diantar pulang dalam kondisi tak bernyawa.
Orang tua korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Mendapat laporan, aparat kepolisian bergerak cepat. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.
Sejumlah remaja yang diduga terlibat telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.
Jasad Korban di Autopsi
Sementara itu, jenazah korban dibawa ke RSUD Dokter Soedjati Purwodadi guna menjalani autopsi. Polisi menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga kini, penyidik masih mendalami kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya unsur penganiayaan berat dalam kasus tawur sarung Grobogan ini.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi orang tua dan masyarakat. Tawur sarung yang kerap dianggap permainan tradisional saat bulan Ramadan, nyatanya bisa berubah menjadi aksi kekerasan mematikan jika dibiarkan tanpa pengawasan. (red)
Editor : Hadwan





















