Jepang Menahan Diri Pasca-Serangan AS-Israel ke Iran

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Luka yang belum kering. Dua bulan pasca-serangan udara militer Amerika Serikat terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Iran Selatan, keluarga korban masih menuntut keadilan bagi 155 nyawa yang melayang di tengah kebuntuan diplomasi nuklir. Dok: Istimewa.

Luka yang belum kering. Dua bulan pasca-serangan udara militer Amerika Serikat terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Iran Selatan, keluarga korban masih menuntut keadilan bagi 155 nyawa yang melayang di tengah kebuntuan diplomasi nuklir. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang secara resmi memilih untuk tidak memberikan dukungan maupun kritik terbuka atas serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sikap hati-hati ini muncul saat Tokyo terus mengumpulkan informasi intelijen mengenai situasi pasca-kematian Ayatollah Ali Khamenei yang mengguncang stabilitas Timur Tengah.

Perdana Menteri Sanae Takaichi segera menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait guna menganalisis potensi gangguan pada transportasi laut dan udara. Oleh karena itu, fokus utama kabinet Takaichi saat ini adalah memitigasi dampak ekonomi nasional sembari memastikan keselamatan warga Jepang yang masih berada di kawasan konflik.

Dilema Aliansi dan Keamanan Energi

Sikap “menunggu dan melihat” yang Tokyo ambil mencerminkan posisi dilematis Jepang di panggung geopolitik. Di satu sisi, Amerika Serikat merupakan sekutu keamanan terlama dan terpenting bagi Jepang. Namun demikian, Jepang secara tradisional membangun hubungan persahabatan dengan Iran demi menjaga stabilitas pasokan minyak mentah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, kedaulatan jalur Selat Hormuz menjadi variabel paling krusial bagi Jepang yang miskin sumber daya. Jalur sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman ini merupakan urat nadi bagi kapal-kapal pengangkut minyak dan kargo menuju Jepang. Alhasil, setiap gangguan militer di wilayah tersebut akan berdampak langsung pada biaya energi dan inflasi di dalam negeri Jepang secara instan.

Baca Juga :  Produsen Timur Tengah Incar Fasilitas Cadangan Minyak Korea Selatan

Diplomasi Melalui Jalur Dialog

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi menyampaikan posisi resmi pemerintah dalam pembicaraan telepon dengan anggota G7 lainnya. Motegi menegaskan bahwa Jepang tetap mendukung upaya penyelesaian isu nuklir Iran “melalui jalur dialog”.

Meskipun begitu, Jepang secara tegas menyatakan bahwa pengembangan senjata nuklir oleh Teheran tidak boleh mendapatkan toleransi. “Jepang akan memaksimalkan upaya diplomatik dengan komunitas internasional guna meredam ketegangan,” ujar Motegi. Pernyataan ini menunjukkan keinginan Tokyo untuk tetap menjadi penengah yang rasional di tengah agresi militer yang kian memanas.

Perdebatan Politik di Diet

Ketegangan internasional ini merembat ke panggung politik domestik Jepang. Dalam program televisi nasional NHK pada hari Minggu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal (LDP), Shunichi Suzuki, menghindari kecaman terhadap serangan tersebut.

Baca Juga :  Kronologi CCTV Mobil MBG Menabrak 19 Siswa dan 1 Guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing

“Kita tidak bisa begitu saja mengutuk aksi tersebut, mengingat sikap Iran terhadap pengembangan nuklir selama ini,” tegas Suzuki. Sebaliknya, para anggota parlemen dari pihak oposisi memberikan teguran keras. Mereka berargumen bahwa serangan “dekapitasi” tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional. Oposisi mendesak pemerintah untuk bersikap lebih asertif dalam menentang penggunaan kekuatan militer sepihak yang membahayakan warga sipil.

Evakuasi dan Siaga Keamanan

Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengeluarkan saran evakuasi bagi seluruh warga negaranya di Iran. Peringatan perjalanan juga diperluas ke negara-negara tetangga di Timur Tengah seiring meningkatnya risiko balasan militer dari proksi Iran.

Pada akhirnya, krisis di Teheran menjadi ujian berat bagi visi “Jepang yang Kuat” milik Takaichi. Pemerintah kini harus berpacu dengan waktu untuk mengamankan alternatif pasokan energi jika Selat Hormuz benar-benar tertutup akibat perang terbuka. Dunia kini menanti apakah Jepang mampu mempertahankan profil diplomatik “kawan bagi semua” atau terpaksa memihak dalam konfrontasi global yang kian tajam di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Klaim Israel dan Hezbollah Sepakat Kurangi Serangan
Dokumen Rahasia Dubes AS Ancam Posisi PM Keir Starmer
Pemkab Sintang Tanggung Jaminan BPJS 4.500 Buruh
NTP Kalbar Naik Tertinggi di Kalimantan Berkat Karet dan Sawit
Harga CPO Global Berpeluang Tembus USD 1.500 per Ton
Hasan Nasbi Ungkap Praktik Curang Komoditas Selama 40 Tahun
Pemprov DKI Beri Ujian Susulan untuk Siswa Terdampak Kebakaran Pasar Jiung
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor Sawit

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:01 WIB

Donald Trump Klaim Israel dan Hezbollah Sepakat Kurangi Serangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:30 WIB

Dokumen Rahasia Dubes AS Ancam Posisi PM Keir Starmer

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:00 WIB

Pemkab Sintang Tanggung Jaminan BPJS 4.500 Buruh

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:23 WIB

NTP Kalbar Naik Tertinggi di Kalimantan Berkat Karet dan Sawit

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga CPO Global Berpeluang Tembus USD 1.500 per Ton

Berita Terbaru

Upaya meredam konflik regional. Presiden Donald Trump mengeklaim Israel dan Hezbollah sepakat membatasi serangan demi memuluskan jalannya perundingan gencatan senjata total. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Klaim Israel dan Hezbollah Sepakat Kurangi Serangan

Selasa, 2 Jun 2026 - 21:01 WIB

Krisis kepemimpinan di Downing Street. Rilis dokumen rahasia setebal 1.500 halaman terkait penunjukan Peter Mandelson membongkar kegagalan keamanan sistemik dan mengancam posisi PM Keir Starmer. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Dokumen Rahasia Dubes AS Ancam Posisi PM Keir Starmer

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:30 WIB

Jaminan keselamatan kerja buruh sawit. Pemkab Sintang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan melindungi 4.500 pekerja perkebunan dari berbagai risiko kerja. Dok: Istimewa.

DAERAH

Pemkab Sintang Tanggung Jaminan BPJS 4.500 Buruh

Selasa, 2 Jun 2026 - 20:00 WIB

Lonjakan harga minyak sawit mentah. Analis memproyeksikan harga CPO global dapat menyentuh $1{,}500$ dolar AS akibat kebijakan B50 Indonesia dan ancaman cuaca El Niño. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Harga CPO Global Berpeluang Tembus USD 1.500 per Ton

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:00 WIB