Goks, Pigai Loe Keren, Ladeni Rakyat tanpa Sekat Jabatan

Senin, 2 Maret 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

POSNEWS.CO.ID – Menurut gue Menteri HAM Natalius Pigai ini keren. Di balik komunikasinya yang lugas terkadang pedas juga dia sedang memberikan pelajaran penting; jadi pejabat publik “Ga Usah Jaim-jaga image”.

Komunikasi dengan rakyat itu woles saja, santai. Kadang-kadang seperti Kata anak Jakarta : “Loe Jual Gua Beli.”

Gila sih ini setidaknya sampai pagi ini, gue hitung, dari cuitan Pigai saja soal ini ada 4.724 komentar langsung ke akun dia. Dan IG pribadinya, ada 3.282 komentar dan itu tak ditutup satu pun. Kolom komentar dia buka seluas-luasnya.

Oia Cerita awalnya; Ucheng yang Guru Besar UGM itu awalnya merespon pernyataan Pigai soal Paham HAM dari usia lima tahun dan dia tak mungkin salah soal HAM.

Ucheng mungkin kesundut, dia naikan komentarnya di IG dan Facebook; bawa-bawa kutipan Imam Al Ghazali, sufi terkemuka asal Persia.

Emang sih kalau dibaca, Ucheng punya nuansa ngeremehin. Yang dia hadapi ini Pigai bos. Tarung tempur dia udah kenyang lah. Gue yakin tadinya Pigai ga mau ladeni karena Ucheng bukan dari komunitas HAM juga.

Ya dia Guru Besar Tata Negara tapi soal HAM ntar dulu deh. Lagipula di publik Ucheng lebih tampak sebagai pendukung Capres kalah daripada sebagai intelektual yang harusnya tidak partisan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bagaimana puasa kalian semua? Saya berdoa semoga baik-baik saja. Cuma pengen cerita. Saya ketika lima tahun juga sudah tahu bahasa indonesia, tapi sekarang saya masih bisa salah berbahasa. Saya sejak lima tahun sdh belajar membaca Al Quran, tapi sampai sekarang masih sering salah. Ya begitulah.” Ini komentar Ucheng sambil ngepost foto Pigai besar-besar.

Tak lama berselang. Dibalas Pigai melalui sebuah narasi tentang pengalaman masa kecilnya yang sudah terbiasa dengan desingan peluru, hidup di antara moncong senjata, cari selamat di hutan-hutan karena perang; yang dalam bahasanya ‘batas antara hidup dan mati menjadi amat tipis.’

Baca Juga :  ABK Mengaku Tak Tahu Muatan Narkoba, Pigai: Hukuman Mati Tak Sejalan HAM

Yang Pigai alami mengantarnya pada pengalaman transendental tentang esensi kehidupan; ya nilai HAM itu.

Kata Pigai; masa hal mendasar ini Ucheng tak paham. Cakrawala seorang Guru Besar harusnya mampu mencerna sebuah pesan jauh lebih dalam terkadang melampaui teks tertulis melalui pemahaman bahasa sastra yang tinggi.

Kira-kira Pigai mau beri pesan: memahami itu bukan cuma dimensi kognisi tetapi dengan rasa dan kebatinan; ya bersumber dari pengalaman masa kecil dia.

Sampe di sini paham kan level pemaknaannya? Mungkin Ucheng dan kebanyakan publik yang gelonjotan taunya “paham” itu ya harus tau baca dulu. Greget sih. Makanya Pigai bilang: guru besar yang dibesar-besarkan. Ya koq bisa begitu.

Makin meradang si Ucheng jadinya. Dia pun Minta diajari HAM. Gayung bersambut, Pigai menyanggupi tapi catatannya harus debat ilmiah tentang HAM dan disiarkan langsung di TV Nasional.

Sahut-sahutan keduanya makin gencar seperti ‘Tweet war’ begitulah. Tak kalah rame netizen yang maha besar ini juga ikut berkomentar.

Ramailah barang ini di jagat maya. Seperti biasa gaya netizen Indo; sok-sok galak menggemaskan! Eh yang parah sih ada yang mainnya rasis juga.

Oia sikap rasis ini udah kek symtom parah yang cocoknya hanya sama manusia yang IQ-nya Jongkok Blasss. PR banget sih ini buat kita-kita agar tarung narasi boleh, berdebat boleh, tapi NO RASIS dong.

Di platform X Pigai mendapat banjir komentar. Pro dan kontra bersatu padu. Dan you know, tak satu pun dia blok. Artinya dia biarkan netizen komentar sesuka hati mereka; ya termasuk yang rasis tadi itu. Kalau gue jadi Pigai bukan cuma kuping yang panas tapi mungkin emosi juga barangkali bisa naik dan marah.

Tapi Pigai No!! Mungkin dia baca komentar-komentar itu sambil cerutu dan senyam-senyum aja. Buat Pigai, itu juga vitamin barangkali; apalagi dia yang lahir dari medan perang dan hidupnya penuh pertarungan. Banyak kali dia sebut: dilaporin polisi udh 16 kali ya biasa aja.

Baca Juga :  DPR RI Puji Polri–BNN Sita 197 Ton Narkoba, Ingatkan Lonjakan Kasus di Akhir Tahun

Langka sih memang model pejabat kek Pigai ini. Ada gitu pejabat sekelas Menteri yang membuka komunikasi sebegitu egaliter dengan publik.

Banyak pejabat kita, terus terang aja jarang ada yang bisa seterbuka Pigai. Kalau kata gue, Pigai ini mungkin karena dia memang berasal dari sungguh-sungguh Rakyat; jadi santai saja.

Berhadapan dengan rakyat itu dia anggap partner diskusi dan berdebat yang baik saja. Sesekali dengan satu dua ‘Jep Ringan’ ya tak apalah. Sesantai itu Pigai merespon publik.

Terlepas dari jadi atau tidaknya debat; Pigai sudah berhasil memperlihatkan model komunikasi tanpa sekat seorang pejabat. Sekelas Menteri lhoo; sahut-sahutan di medsos santai aja.

Dalam era demokrasi seterbuka sekarang; kanal ekspresi publik yang sudah begitu banyak; tak tepat rasanya kalau ruang komunikasi dengan pejabat itu tersumbat.

Rakyat bertanya ya kita jawab. Rakyat ngoceh, kita respon. Begitulah kira-kira. Nah Pigai bukan saja membuka ruang kritik tetapi juga memberi infus pengetahuan bagi publik.

Dan gue salut ama Pigai, begitu kencang perdebatan Nothing’s personal. Tidak ada satu pun serangan terkait personal. Terbukti dia kembali merangkul Ucheng…Sebagian saya kutip di sini :

“Tapi saya senang banyak orang yang walaupun tidak paham tetapi mereka peduli. Mereka adalah Penikmat HAM dan orang2 yang menghormati HAM sesungguhnya.

Dari lubuk hati yang paling dalam Saya ucapkan terima kasih untuk Prof Dr Zainal Arifin Mochtar. Saya mau beri penghargaan sebagai Sobat HAM.”

Pak Pigai loe kereeen sih….pada waktunya nanti publik akan tahu dan makin kenal siapa sesungguhnya ANDA…Gue tunggu kejutan-kejutan berikutnya….

Salam Hangat dari balik Pegunungan Mandosawu Flores, 2 Maret 2026

-Piter Van Doni Karno-

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Polri Terbitkan DPO Bandar Narkoba Boy, Diduga Setor Uang Rp8 Miliar
Pemprov DKI Bangun LRT Velodrome–Ancol Usai Rampungkan Jalur ke Manggarai Akhir 2026
Rumah Warga di Kauman Ponorogo Meledak, Satu Tewas dan Korban Luka Dirawat di RS
Residivis Curanmor Colt Diesel Rp150 Juta Dibekuk Polsek Benda, 2 Pelaku Masuk DPO
Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Hujan dan Berawan, Waspada Petir & Angin
MUI Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
Mencari Titik Temu: Upaya Rekonsiliasi dan Dialog Antar-Mazhab di Era Modern
Akar Sejarah Pembelahan Sunni-Syiah: Dari Suksesi Kepemimpinan hingga Peristiwa Karbala

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 11:23 WIB

Goks, Pigai Loe Keren, Ladeni Rakyat tanpa Sekat Jabatan

Senin, 2 Maret 2026 - 09:42 WIB

Bareskrim Polri Terbitkan DPO Bandar Narkoba Boy, Diduga Setor Uang Rp8 Miliar

Senin, 2 Maret 2026 - 08:55 WIB

Pemprov DKI Bangun LRT Velodrome–Ancol Usai Rampungkan Jalur ke Manggarai Akhir 2026

Senin, 2 Maret 2026 - 07:59 WIB

Rumah Warga di Kauman Ponorogo Meledak, Satu Tewas dan Korban Luka Dirawat di RS

Senin, 2 Maret 2026 - 04:36 WIB

Residivis Curanmor Colt Diesel Rp150 Juta Dibekuk Polsek Benda, 2 Pelaku Masuk DPO

Berita Terbaru