Serangan Udara Iran Hantam Bandara Kuwait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Serangan udara Iran menghantam Bandara Kuwait dan memicu serangan balasan Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz. Dok: REUTERS/Amir Cohen

Eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Serangan udara Iran menghantam Bandara Kuwait dan memicu serangan balasan Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz. Dok: REUTERS/Amir Cohen

KUWAIT, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan militer di wilayah Teluk kembali memanas secara drastis pada hari Rabu waktu setempat. Hal ini terjadi setelah serangan pesawat tanpa awak dan rudal Iran menghantam Bandara Internasional Kuwait secara masif.

Serangan udara tersebut merusak berbagai fasilitas bandara serta beberapa kantor perwakilan diplomatik di sekitar area tersebut. Akibatnya, otoritas penerbangan sipil setempat segera menghentikan seluruh jadwal penerbangan internasional demi alasan keselamatan. Selain itu, insiden maut ini menewaskan satu orang dan melukai lebih dari $60$ warga sipil di lokasi kejadian.

Sementara itu, maskapai Kuwait Airways dan Jazeera Airways baru mengoperasikan kembali penerbangan setelah situasi kondusif. Namun, militer Iran mengancam telah melipatgandakan target serangan ke wilayah sekutu Amerika Serikat lainnya di Teluk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan Balasan AS di Selat Hormuz

Media lokal di Tehran melaporkan bahwa Garda Revolusi Iran juga menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain. Sebab, mereka menuduh pangkalan udara militer AS tersebut menjadi titik peluncuran agresi terhadap wilayah kedaulatan Iran.

Baca Juga :  Bantai Tunisia Empat-Nol: Samurai Blue Selangkah Lagi

Meskipun demikian, Komando Sentral AS (CENTCOM) membantah keras laporan mengenai kerusakan pangkalan militer mereka di kawasan Teluk. Sebaliknya, CENTCOM mengeklaim sistem pertahanan udara mereka sukses melumpuhkan seluruh rudal balistik Iran yang mendekat.

Oleh sebab itu, militer AS langsung melancarkan serangan udara balasan ke wilayah selatan Iran secara agresif. Secara spesifik, jet tempur AS membombardir situs peluncuran rudal dan kapal peletak ranjau di Pulau Qeshm dekat Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, membela keputusan militer negaranya melalui pernyataan resmi di media sosial. Ia menilai tindakan tersebut merupakan hak membela diri yang sah terhadap fasilitas militer sekutu Amerika Serikat.

Gencatan Senjata dan Hambatan Diplomasi

Perang energi ini telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan sejak serangan pertama pada akhir Februari lalu. Akibatnya, insiden terbaru ini langsung mengerek harga minyak mentah dunia naik sebesar $2\%$ di pasar global.

Baca Juga :  Rusia Tuntut Penyerahan Donbas, Trump Tekan Kiev

Selat Hormuz sendiri masih berada dalam kondisi tertutup bagi sebagian besar lalu lintas kapal dagang internasional. Padahal, jalur laut strategis ini menampung sekitar $20\%$ dari total pasokan minyak bumi dunia setiap tahunnya.

Di sisi lain, proses negosiasi draf perdamaian komprehensif antara Washington dan Tehran kini kembali mengalami jalan buntu. Sebab, pihak Iran bersikap sangat keras dengan menuntut penghentian total serangan militer Israel terhadap Hezbollah di Lebanon.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia tetap optimis untuk merampungkan kesepakatan damai dalam waktu dekat. Dengan demikian, publik kini menanti apakah diplomasi tertutup ini mampu meredakan badai perang energi global tahun 2026.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru