WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) secara resmi mengambil jarak dari peristiwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kepala Kebijakan Pentagon, Elbridge Colby, menyatakan bahwa kematian tokoh sentral tersebut murni merupakan tindakan militer Israel.
Kesaksian Colby ini muncul dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata Senat pada Selasa. Oleh karena itu, pernyataan ini dipandang sebagai upaya Pentagon untuk meredam kekhawatiran mengenai meluasnya tujuan perang Amerika Serikat menjadi misi penggulingan pemerintahan secara total.
Kontradiksi Narasi: Colby vs Donald Trump
Nada bicara Colby yang terukur sangat berbeda dengan pernyataan Presiden Donald Trump. Sejak serangan udara dimulai pada hari Sabtu, Trump menggunakan bahasa yang menyapu dan penuh kemenangan melalui media sosial.
Trump secara eksplisit memuji sistem pelacakan canggih milik intelijen Amerika Serikat yang ia sebut mustahil untuk Khamenei hindari. “Bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun hal yang bisa ia (Khamenei) lakukan,” tulis Trump. Perbedaan nada ini menggarisbawahi pertanyaan besar mengenai arah kebijakan luar negeri Washington; apakah AS sedang melakukan pertahanan diri atau secara aktif memaksakan perubahan kepemimpinan di Teheran.
Fokus Strategis: Melemahkan Kekuatan Militer Iran
Colby berupaya mempersempit cakupan tujuan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa operasional pasukan AS saat ini memiliki target yang “terukur dan masuk akal”.
Pilar utama sasaran militer AS antara lain:
- Kekuatan Rudal Balistik: Melumpuhkan gudang senjata dan fasilitas peluncuran Iran yang tumbuh pesat.
- Kapasitas Produksi: Menghancurkan pabrik dan infrastruktur manufaktur senjata canggih.
- Unsur Angkatan Laut: Melemahkan kontrol Iran di perairan strategis guna menjaga jalur pelayaran internasional.
“Ini adalah tujuan-tujuan yang dapat dicapai tanpa harus terjebak dalam misi perubahan rezim yang tidak terbatas,” tegas Colby di hadapan para anggota dewan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggapan Marco Rubio dan Demokrat
Menteri Luar Negeri Marco Rubio memperkuat kesan bahwa peran AS bersifat reaktif. Rubio menyatakan bahwa Washington baru mengambil tindakan militer setelah mengetahui persiapan serangan besar dari pihak Israel. Namun demikian, posisi ini terus petugas tekan oleh Partai Demokrat.
Senator Jack Reed dari Demokrat mempertanyakan bagaimana eliminasi pemimpin tertinggi Iran bisa selaras dengan tujuan militer yang “terbatas” versi Pentagon. Colby tetap bersikeras bahwa serangan terhadap kepemimpinan adalah operasi eksklusif Israel. Meskipun Trump secara publik mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka, Pentagon tetap berpegang pada mandat teknis untuk hanya mendegradasi kemampuan tempur militer Republik Islam tersebut di tahun 2026 ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















