Kanselir Friedrich Merz Tolak Decoupling: Sebut Pemutusan Hubungan dengan Tiongkok Sebagai Kesalahan Besar

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Menata ulang aliansi ekonomi. Kanselir Jerman Friedrich Merz bersiap mengunjungi Tiongkok guna memperkuat kerja sama strategis, sembari memperingatkan bahwa Eropa siap membela diri terhadap tekanan tarif dari Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

BERLIN, POSNEWS.CO.ID – Kanselir Jerman Friedrich Merz meluncurkan pembelaan keras terhadap hubungan perdagangan dengan Tiongkok sebelum bertolak ke Beijing. Ia menyebut setiap upaya untuk memutus rantai ekonomi dengan raksasa Asia tersebut sebagai langkah yang merugikan diri sendiri.

“Mencoba untuk melakukan decoupling dari Tiongkok adalah sebuah kesalahan,” ujar Merz saat memberikan keterangan di Berlin. Ia mengibaratkan pemutusan hubungan tersebut seperti “menembak kaki sendiri” karena tindakan itu hanya akan menghancurkan peluang ekonomi Jerman di panggung global.

Delegasi Raksasa dan Fokus Industri

Merz tidak datang sendirian ke Beijing. Ia memimpin delegasi perdagangan tingkat tinggi yang terdiri dari para eksekutif senior dari sekitar 30 perusahaan terkemuka Jerman.

Selanjutnya, delegasi ini mewakili sektor-sektor kunci yang menjadi tulang punggung ekonomi Jerman. Sektor tersebut mencakup industri otomotif, kimia, biofarmasi, manufaktur mesin, hingga ekonomi sirkular. Langkah ini menunjukkan bahwa Berlin tetap memandang Tiongkok sebagai pasar utama sekaligus mitra manufaktur yang tak tergantikan di tengah dinamika geopolitik yang memanas.

Agenda Diplomatik di Beijing dan Hangzhou

Berdasarkan jadwal resmi, Kanselir Merz akan menghadiri pertemuan komite penasihat ekonomi Tiongkok-Jerman di Beijing pada hari Rabu. Selain itu, ia berencana mengadakan pembicaraan intensif dengan para pemimpin Tiongkok guna membahas stabilitas rantai pasok global.

Selama berada di ibu kota, Merz juga akan mengunjungi situs bersejarah Kota Terlarang (Forbidden City) serta meninjau fasilitas produsen otomotif Jerman, Mercedes-Benz. Perjalanan kemudian akan berlanjut ke pusat teknologi di Hangzhou. Di sana, Merz akan mengunjungi firma robotika Tiongkok, Unitree Robotics, serta fasilitas Siemens Energy guna mengeksplorasi potensi integrasi teknologi energi bersih masa depan.

Baca Juga :  Ekspor Sawit Melonjak Tipis, Indonesia Tetap Alami Defisit

Menyeimbangkan Diplomasi dan Ekonomi

Kunjungan Merz ini petugas nilai sebagai upaya penyeimbangan yang sangat krusial bagi pemerintahannya. Di satu sisi, Jerman harus menjaga keselarasan dengan aliansi Barat. Namun di sisi lain, ketergantungan industri Jerman terhadap pasar Tiongkok memaksa Berlin untuk tetap bersikap pragmatis.

Pada akhirnya, keberhasilan kunjungan ini akan menjadi tolok ukur bagi kemampuan Merz dalam menavigasi kepentingan nasional Jerman. Dengan memperkuat ikatan di sektor teknologi tinggi dan manufaktur, Jerman berharap dapat membangun ketahanan ekonomi yang lebih kuat tanpa harus terjebak dalam arus proteksionisme global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB