Konflik Timur Tengah Meningkat, Pemerintah Siagakan Tim Crisis Monitoring untuk PMI

Kamis, 5 Maret 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri P2MI Mukhtarudin memberikan keterangan terkait keamanan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah di tengah konflik AS–Israel dan Iran. (Posnews/P2MI)

Menteri P2MI Mukhtarudin memberikan keterangan terkait keamanan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah di tengah konflik AS–Israel dan Iran. (Posnews/P2MI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah meningkatkan kewaspadaan menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah setelah perang antara Amerika Serikat–Israel melawan Iran.

Meski situasi geopolitik memanas, pemerintah memastikan hingga kini belum ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terdampak langsung.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menegaskan pemerintah terus memantau kondisi keamanan di kawasan tersebut secara intensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan koordinasi dengan perwakilan RI, hingga Rabu, 4 Maret 2026, belum ada laporan PMI yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi konflik tersebut,” ujar Mukhtarudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Meski begitu, pemerintah tidak ingin lengah. Karena itu, Kementerian P2MI langsung meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi lintas lembaga.

Selanjutnya, Kementerian P2MI bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta seluruh perwakilan RI di kawasan Timur Tengah untuk memastikan kondisi para PMI tetap aman dan terlindungi.

Baca Juga :  Hakim AS Batalkan Pemotongan Hibah $100 Juta oleh Trump

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga membentuk Tim Crisis Monitoring di Direktorat Jenderal Pelindungan PMI.

Tim ini bertugas memantau situasi keamanan setiap hari sekaligus menyiapkan mitigasi risiko jika konflik semakin meluas.

Selain itu, pemerintah melakukan pendataan PMI secara detail untuk kesiapsiagaan evakuasi darurat.

Kementerian juga menyusun dan menyebarluaskan panduan kewaspadaan kepada para pekerja migran agar memahami langkah yang harus diambil jika situasi memburuk.

Tidak hanya itu, pemerintah juga mengaktifkan hotline pengaduan khusus kawasan Timur Tengah sehingga PMI dapat melapor dengan cepat apabila menghadapi masalah keamanan.

Di sisi lain, Mukhtarudin mengimbau para PMI tetap tenang namun tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Ia meminta para pekerja migran menghindari wilayah yang dianggap rawan konflik.

“Kami mengimbau PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, mengikuti arahan perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI atau KJRI terdekat jika menghadapi situasi darurat,” tegasnya.

Baca Juga :  Hak Pilih PMI di Luar Negeri Dijaga, KPU dan Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama

Menyiapkan Skema Pemulangan PMI

Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan skema kepulangan bagi PMI yang ingin kembali ke Indonesia.

Jika situasi memburuk atau pekerja migran merasa tidak aman, negara akan memfasilitasi proses pemulangan sesuai prosedur yang berlaku.

“Apabila ada PMI di kawasan Timur Tengah yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia, pemerintah siap memfasilitasi proses kepulangan tersebut,” jelas Mukhtarudin.

Selain perlindungan fisik, pemerintah juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis dan konsultasi daring bagi PMI yang mengalami tekanan mental akibat situasi konflik.

Langkah ini dilakukan agar para pekerja migran tetap mendapatkan dukungan selama menghadapi ketidakpastian keamanan di kawasan tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Kasus Narkoba White Rabbit, Bareskrim Limpahkan 3 Tersangka ke Kejaksaan
Menag Ajak Warga Ikut Doa Kebangsaan di Monas 1 Agustus 2026
El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:12 WIB

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:09 WIB

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:01 WIB

Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB