Dugaan Ujaran SARA ke Toraja, Pandji Jalani Pemeriksaan Lanjutan Hari Ini

Senin, 9 Maret 2026 - 06:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pandji Pragiwaksono menjalani sidang adat Toraja terkait candaan budaya Rambu Solo. (Posnews/Ist)

Pandji Pragiwaksono menjalani sidang adat Toraja terkait candaan budaya Rambu Solo. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri kembali memanggil komika Pandji Pragiwaksono terkait kasus dugaan penghinaan dan ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung Senin (9/3/2026) di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Penyidik memanggil Pandji untuk memberikan keterangan tambahan sebagai saksi dalam perkara yang sempat memicu polemik di media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Ulang

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Rizki Prakoso memastikan pemeriksaan terhadap Pandji masih sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Pemeriksaan masih terjadwal,” kata Rizki.

Pemeriksaan ini merupakan lanjutan dari proses klarifikasi sebelumnya yang telah dilakukan oleh penyidik Bareskrim Polri.

Sebelumnya, Pandji juga telah menjalani pemeriksaan pada Senin (2/2/2026) di Gedung Bareskrim Polri.

Baca Juga :  Pola Baru Bareskrim Bongkar Narkoba di THM, PATRON Desak Penindakan Total

Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mencecar Pandji dengan 48 pertanyaan terkait laporan dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja.

“Pertanyaannya 48,” ujar Pandji kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan saat itu.

Penyidik mendalami berbagai aspek, termasuk konten materi stand up comedy yang dianggap menyinggung adat dan budaya Toraja.

Laporan Berawal dari Video Stand Up Comedy Viral

Kasus ini bermula ketika video penampilan stand up comedy Pandji Pragiwaksono viral di media sosial.

Sejumlah pihak menilai materi tersebut menyinggung adat, budaya, serta masyarakat Toraja.

Merasa keberatan, Aliansi Pemuda Toraja kemudian melaporkan Pandji ke Bareskrim Polri atas dugaan penghinaan dan ujaran kebencian bermuatan SARA.

Laporan tersebut mendorong polisi melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Baca Juga :  Update Kasus Ledakan SMAN 72, ABH Diinterogasi 3 Kali - Polisi Dalami Cara Merakit Bom

Di tengah proses hukum yang berjalan, Pandji juga telah menjalani sidang adat masyarakat Toraja.

Masyarakat adat Toraja menggelar sidang adat di Tongkonan Layuk Kaero, Sangalla, Tana Toraja, pada Selasa (10/2/2026).

Dalam sidang tersebut, majelis adat Toraja menjatuhkan sanksi adat kepada Pandji berupa:

  • Wajib meminta maaf kepada leluhur masyarakat Toraja
  • Menyediakan satu ekor babi
  • Menyediakan lima ekor ayam

Sanksi tersebut merupakan bentuk pemulihan adat dan penghormatan terhadap nilai budaya Toraja.

Polisi Masih Dalami Kasus

Penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri hingga kini terus memeriksa para saksi dan mengkaji materi konten terkait untuk mendalami perkara tersebut.

Melalui pemeriksaan lanjutan terhadap Pandji, penyidik berharap dapat memperjelas duduk perkara dalam kasus dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim
Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang
Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?
Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya
Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih
Polri Janji Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden, Tiga Tersangka Ditahan
Diburu Polisi, Terduga Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap
Hampir Lima Tahun Menanti, 7.871 Korban NET89 Berharap Uang Kembali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:25 WIB

Kasus Penyadapan Listyo Sigit, Polri Bentuk Tim Khusus Dipimpin Kabareskrim

Kamis, 5 November 2026 - 06:13 WIB

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Gerebek Lapak Sabu di Tanah Abang

Rabu, 4 November 2026 - 15:31 WIB

Siapa Perekrut Peserta Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda?

Rabu, 4 November 2026 - 10:16 WIB

Mengenal Kombes Pol Ardyansyah, Perwira Intelijen Polda Metro Jaya

Rabu, 4 November 2026 - 08:10 WIB

Sidang Dugaan Penculikan Penjaringan, Korban Mengaku Diseret ke Fortuner Putih

Berita Terbaru

Kapolda Metro Jaya Dadang Hartanto menandatangani kerja sama dengan dua perusahaan untuk membuka peluang kerja melalui program POLIRAN. (Posnews/Humas PMJ)

JABODETABEK

POLIRAN Buka Jalan Kerja bagi Warga Jakarta

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:00 WIB

Kapolri Suyudi Ario Seto bersama Dirjen Imigrasi saat meluncurkan aplikasi I-GHAS 24/7 di Mabes Polri. (Posnews/Humas Polri)

NASIONAL

I-GHAS 24/7, Sistem Baru Polri Deteksi Buronan Internasional

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:41 WIB

Ilustrasi, Penyadapan. (Magnific)

NASIONAL

Viral 64 Nama Diduga Disadap, Benarkah Sudah Terverifikasi?

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB