Pagar Digital Australia: Larangan Konten Dewasa Picu Lonjakan Penggunaan VPN

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Aturan ketat di ruang siber. Australia resmi memberlakukan batasan usia untuk konten pornografi dan chatbot AI, memicu migrasi massal pengguna ke aplikasi VPN guna menembus blokade digital. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Aturan ketat di ruang siber. Australia resmi memberlakukan batasan usia untuk konten pornografi dan chatbot AI, memicu migrasi massal pengguna ke aplikasi VPN guna menembus blokade digital. Dok: Istimewa.

SYDNEY, POSNEWS.CO.ID – Australia secara resmi memperketat kontrol terhadap akses internet bagi warga negaranya. Melalui undang-undang baru yang mulai berlaku pada Senin, pemerintah mewajibkan seluruh penyedia konten dewasa untuk memastikan penggunanya telah berusia minimal 18 tahun.

Langkah ini menjadikan Australia mengikuti jejak Inggris, Prancis, dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Oleh karena itu, otoritas pengawas keamanan siber kini memegang wewenang penuh guna mengawasi kepatuhan platform digital di wilayah kedaulatan Australia.

Lonjakan VPN dan Perlawanan Pengguna

Kebijakan ini langsung memicu reaksi spontan dari masyarakat. Data penggunaan dari toko aplikasi Apple menunjukkan bahwa tiga dari 15 aplikasi gratis yang paling banyak diunduh pada hari Senin merupakan layanan VPN.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aplikasi bernama “VPN – Super Unlimited Proxy” bahkan menempati peringkat tertinggi, mengungguli berbagai platform media sosial populer. Pasalnya, VPN memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan lokasi asli perangkat mereka. Melalui penggunaan kode identitas baru, warga dapat mengakses konten yang pemerintah batasi seolah-olah mereka berada di luar wilayah Australia. Fenomena serupa juga pernah terjadi di Inggris pada tahun 2025 saat aturan sejenis rilis di sana.

Baca Juga :  Matinya Museum, Kebangkitan Seni Imersif dan Instagrammable

Industri Konten Dewasa Ambil Langkah Blokir

Aylo, perusahaan raksasa yang berbasis di Kanada dan mengelola jaringan situs pornografi terbesar di dunia, memberikan respon cepat terhadap aturan ini. Perusahaan secara resmi memblokir akses warga Australia terhadap platform RedTube dan YouPorn.

Selain itu, Aylo menyajikan versi khusus Pornhub tanpa konten eksplisit bagi pengguna dengan alamat IP Australia. Seluruh situs web milik Aylo kini menampilkan spanduk yang menyatakan bahwa mereka tidak lagi menerima pendaftaran akun baru dari wilayah tersebut. Juru bicara Aylo mengkritik kebijakan ini karena dianggap gagal melindungi anak-anak secara efektif. Menurut mereka, sistem verifikasi usia justru menciptakan risiko baru terkait privasi data dan paparan konten ilegal pada platform yang tidak patuh.

Regulasi Chatbot AI dan Denda Fantastis

Undang-undang ini tidak hanya menyasar industri film dewasa. Pemerintah Australia juga memasukkan ketentuan ketat bagi layanan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga :  Baterai Monster 8.000 mAh dan Layar AMOLED 144 Hz

Perusahaan pengembang AI wajib menyaring konten berbasis teks yang memuat unsur pornografi, kekerasan ekstrem, materi self-harm, hingga gangguan makan bagi pengguna di bawah umur. Jika melanggar, perusahaan teknologi tersebut menghadapi ancaman denda yang sangat berat, mencapai 49,5 juta dolar Australia (sekitar Rp535 miliar). Langkah ini bertujuan guna memastikan teknologi mutakhir tidak menjadi sarana eksploitasi bagi generasi muda.

eSafety: “Perlindungan Digital untuk Anak”

Komisioner eSafety Australia, Julie Inman Grant, memberikan pembelaan keras terhadap regulasi ini. Ia mengibaratkan ruang digital saat ini dengan fasilitas publik di dunia nyata yang memiliki batasan usia ketat.

“Seorang anak saat ini tidak bisa masuk ke bar dan memesan minuman. Mereka juga tidak bisa masuk ke klub malam dewasa atau kasino,” ujar Inman Grant kepada Australian Broadcasting Corp. Menurutnya, kebijakan ini murni bertujuan untuk membawa standar perlindungan anak di dunia fisik ke dalam ranah digital yang selama ini terlalu bebas. Dunia internasional kini memantau dengan cermat apakah benteng digital Australia ini benar-benar efektif atau justru akan runtuh oleh penggunaan teknologi VPN yang kian masif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Minggu, 13 September 2026 - 13:30 WIB

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terbaru