Prabowo: Dunia Sedang Berbahaya, Indonesia Harus Perkuat Persatuan dan Jaga Perdamaian

Rabu, 11 Maret 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Soroti Ketidakpastian Global Saat Peringatan Nuzulul Quran. (Posnews/Setpres)

Presiden Prabowo Soroti Ketidakpastian Global Saat Peringatan Nuzulul Quran. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia saat ini berada dalam situasi penuh ancaman dan ketidakpastian.

Ia menilai sejumlah pemimpin global yang memiliki kekuatan besar justru belum mampu menjaga stabilitas dan perdamaian yang sangat dibutuhkan umat manusia.

Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa konflik yang terus terjadi di berbagai kawasan dunia telah memicu ketegangan global yang semakin berbahaya.

“Dunia sekarang berada dalam kondisi penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya. Banyak pemimpin dunia yang memiliki kekuatan besar belum mampu menjaga perdamaian yang sangat dibutuhkan seluruh umat manusia,” tegas Prabowo.

Indonesia Harus Perkuat Persatuan

Di tengah situasi global yang memanas, Prabowo menegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terpecah.

Baca Juga :  Prabowo Siap Bentuk Komite Reformasi Kepolisian untuk Bongkar Struktur Lama

Sebaliknya, seluruh elemen bangsa harus memperkuat persatuan dan kerukunan agar mampu menghadapi dinamika dunia yang semakin tidak stabil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, solidaritas antarbangsa juga sangat penting untuk menjaga stabilitas global. Karena itu, Indonesia bersama negara-negara lain perlu terus membangun kerja sama dan memperkuat persaudaraan internasional.

“Kita sebagai bangsa Indonesia, bersama bangsa-bangsa lain di dunia, harus terus menggalang persatuan dan kerukunan untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian dan ancaman ini,” ujarnya.

Optimistis Indonesia Capai Cita-cita Besar

Meski dunia berada dalam situasi sulit, Prabowo tetap optimistis Indonesia mampu mencapai berbagai target pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa tekad kuat dan komitmen bersama menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita bangsa.

Baca Juga :  Guru Cantik Tewas Dibunuh KKB di Yahukimo Saat Belajar di Alam Terbuka

“Dengan tekad dan komitmen yang jelas serta kuat, Insya Allah apa yang kita cita-citakan sebagai bangsa akan kita capai bersama,” katanya.

Presiden Janji Lindungi Seluruh Rakyat Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menegaskan komitmennya sebagai Presiden Republik Indonesia untuk melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan suku, ras, maupun agama.

Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan dari negara.

“Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Apa pun sukunya, rasnya, dan agamanya, semuanya harus dijaga, dilindungi, dirawat, dan dibina,” tegasnya.

Sebagai kepala negara, Prabowo menegaskan akan bekerja keras menjaga perdamaian dan stabilitas nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global
Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global
Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional
Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata
Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:00 WIB

Realisme Defensif: Mengejar Kekuatan Secukupnya demi Stabilitas Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:28 WIB

Realisme Neoklasik: Membedah Faktor Domestik di Balik Respon Negara Terhadap Tekanan Global

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:55 WIB

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:31 WIB

Dilema Keamanan Nuklir: Saat Upaya Bertahan Hidup Justru Memicu Perlombaan Senjata

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Berita Terbaru

Keamanan lewat dominasi. Melalui kacamata Realisme Ofensif John Mearsheimer, kita memahami mengapa negara-negara besar tidak akan pernah merasa cukup dengan kekuatannya hingga mereka menjadi pemenang mutlak di kawasannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Memahami Realisme Ofensif dan Ambisi Hegemoni Regional

Rabu, 11 Mar 2026 - 17:55 WIB