Mojtaba Khamenei Bersumpah Tutup Selat Hormuz

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konfrontasi tanpa akhir. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz tetap tertutup, sementara Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman pembunuhan secara terbuka. Dok: Istimewa.

Konfrontasi tanpa akhir. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz tetap tertutup, sementara Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman pembunuhan secara terbuka. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Teheran akan terus bertempur melawan Amerika Serikat dan Israel. Dalam pernyataan resmi pertamanya sejak menggantikan ayahnya, Mojtaba memastikan Selat Hormuz akan tetap tertutup. Langkah ini bertujuan untuk memberikan tekanan ekonomi yang berat kepada pihak lawan.

Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan tanggapan keras. Melalui konferensi pers pertamanya sejak perang bermula, Netanyahu mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap Khamenei. Ia menyatakan tidak akan menjamin keselamatan nyawa para pemimpin organisasi teroris.

Pesan Perlawanan dari Balik Layar

Pembawa acara televisi negara Iran membacakan pesan Khamenei kepada publik. Hingga saat ini, pemerintah Iran belum merilis foto atau video terbaru sang pemimpin sejak serangan Israel melanda keluarganya. Khamenei mendesak negara-negara tetangga untuk segera menutup pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Baca Juga :  Gus Yasin Dorong Industri Ramah Anak di Jateng: CSR Harus Sentuh Pendidikan dan Pelatihan

Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan mengabaikan upaya balas dendam atas kematian para martir. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai tuas penggerak yang efektif dalam pertahanan Iran. Pejabat Teheran menyebut Khamenei menderita luka ringan akibat serangan udara pada 28 Februari lalu, namun kondisi aslinya masih menjadi misteri.

Serangan Kapal Tanker dan Kenaikan Harga Minyak

Situasi di lapangan semakin memanas dengan aksi pembakaran dua kapal tanker di sebuah pelabuhan Irak. Perahu bermuatan bahan peledak milik Iran menghantam kapal-kapal tersebut hingga menimbulkan bola api raksasa di langit Basra. Serangan ini menjadi pesan nyata Iran untuk menantang klaim kemenangan Presiden Donald Trump.

Akibat gangguan pasokan energi ini, harga minyak dunia melonjak sekitar 9 persen ke angka $100 per barel. Pasar saham Amerika Serikat juga mengalami penurunan tajam menyusul berita eskalasi tersebut. Garda Revolusi Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal bulk Thailand yang terbakar di perairan Teluk.

Baca Juga :  Gerakan Berbagi Ramadan, Al-Wildan Islamic School 3 Salurkan 500 Paket Sembako

Strategi Kejutan Ekonomi Iran

Iran menggunakan strategi guncangan ekonomi jangka panjang untuk memaksa Donald Trump mundur. Komando militer Iran memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi harga minyak yang mencapai $200 per barel. Meskipun IEA telah melepas 400 juta barel cadangan minyak, harga pasar tetap merangkak naik akibat ketidakpastian di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di dalam negeri, pasukan keamanan Iran meningkatkan kehadiran mereka di setiap sudut kota Teheran. Warga melaporkan bahwa militer berusaha mendemonstrasikan kontrol penuh atas situasi domestik. Sementara itu, Israel terus menyerang pos-pos pemeriksaan milisi Basij di Teheran guna mendorong rakyat Iran menggulingkan kepemimpinan ulama.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Debat Panas PBB: AS dan Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia-China soal Nuklir Iran
Diplomasi Jalur Dua: Peran Aktor Non-Negara dalam Menjembatani Konflik Antarnegara
Beirut Membara: Serangan Israel Sasar Jantung Kota, 800 Ribu Warga Lebanon Mengungsi
Korea Utara Tuduh Tokyo Persiapkan Invasi Ulang
Diplomasi di Tengah Krisis: Misi Sulit Sanae Takaichi Menemui Donald Trump
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 4,3 Kg Ganja di Depok, Satu Pengedar Ditangkap
KPK Bongkar Skandal Kuota Haji: Gus Yaqut Diduga Terima Fee Percepatan Rp84 Juta per Jamaah
BMKG Peringatkan Banjir Rob Lebaran 2026, Puluhan Wilayah Pesisir Indonesia Terancam

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:30 WIB

Debat Panas PBB: AS dan Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia-China soal Nuklir Iran

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:08 WIB

Diplomasi Jalur Dua: Peran Aktor Non-Negara dalam Menjembatani Konflik Antarnegara

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:30 WIB

Beirut Membara: Serangan Israel Sasar Jantung Kota, 800 Ribu Warga Lebanon Mengungsi

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:00 WIB

Mojtaba Khamenei Bersumpah Tutup Selat Hormuz

Jumat, 13 Maret 2026 - 15:30 WIB

Korea Utara Tuduh Tokyo Persiapkan Invasi Ulang

Berita Terbaru

Konfrontasi tanpa akhir. Pemimpin Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei menegaskan Selat Hormuz tetap tertutup, sementara Benjamin Netanyahu mengeluarkan ancaman pembunuhan secara terbuka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Bersumpah Tutup Selat Hormuz

Jumat, 13 Mar 2026 - 16:00 WIB

Foto, Ketegangan di Asia Timur meningkat. Korea Utara menuduh percepatan pengembangan rudal jarak jauh Jepang sebagai persiapan untuk melakukan

INTERNASIONAL

Korea Utara Tuduh Tokyo Persiapkan Invasi Ulang

Jumat, 13 Mar 2026 - 15:30 WIB