KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melontarkan tuduhan serius terhadap Rusia terkait eskalasi perang di Timur Tengah. Zelenskyy mengeklaim bahwa intelijen militer Ukraina memiliki bukti “tak terbantahkan” mengenai bantuan intelijen Rusia kepada rezim Iran pada hari Senin.
Dalam konteks ini, bantuan tersebut mencakup penyediaan data tempur yang sangat sensitif. Zelenskyy menegaskan bahwa tindakan Moskow bertujuan murni untuk memperpanjang durasi konflik antara blok Amerika Serikat-Israel melawan Iran.
Pemanfaatan Teknologi SIGINT dan ELINT Rusia
Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia memanfaatkan infrastruktur intelijen sinyal (SIGINT) dan intelijen elektronik (ELINT) secara masif. Selain itu, Rusia juga berbagi data yang mereka peroleh melalui kerja sama dengan mitra strategis lainnya di Timur Tengah.
“Rusia menggunakan kemampuan teknologinya untuk membantu rezim Iran bertahan dan menyerang dengan lebih akurat,” ujar Zelenskyy melalui platform X. Oleh karena itu, Ukraina memandang aktivitas ini sebagai langkah destruktif yang harus segera berhenti guna mencegah ketidakstabilan kawasan yang lebih luas.
Dampak Ekonomi dan Krisis Bahan Bakar
Tuduhan ini muncul saat pasar global sedang bereaksi negatif terhadap perkembangan perang. Zelenskyy menyoroti bahwa bantuan intelijen Rusia memperumit situasi pasokan bahan bakar di banyak negara. Bahkan, gangguan pada arus energi global kini mulai memberikan tekanan ekonomi yang berat bagi masyarakat internasional.
Lebih lanjut, Zelenskyy menyatakan bahwa negara-negara yang bertanggung jawab harus bersatu untuk mencegah masalah yang lebih besar. Ia berpendapat bahwa keterlibatan Rusia hanya akan membuat resolusi perdamaian semakin sulit tercapai. Akibatnya, biaya ekonomi dan kemanusiaan dari perang ini akan terus membengkak jika intervensi intelijen asing tetap berlangsung.
Bantahan Kremlin dan Laporan Satelit
Di sisi lain, pihak Kremlin memberikan respon defensif terhadap tuduhan-tuduhan tersebut. Pekan lalu, pemerintah Rusia secara resmi menolak laporan Wall Street Journal yang menyebut adanya pembagian citra satelit dan teknologi drone dengan Iran. Moskow melabeli informasi tersebut sebagai “berita palsu” yang tidak berdasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun demikian, Zelenskyy menekankan bahwa bukti-bukti yang dimiliki Ukraina terus bertambah setiap harinya. Pihak Kyiv kini terus berkoordinasi dengan sekutu Barat untuk memantau pergerakan data intelijen di sepanjang koridor Rusia-Iran. Pada akhirnya, keterbukaan informasi mengenai aliansi militer ini menjadi krusial bagi strategi pertahanan Amerika Serikat dan Israel di wilayah Teluk tahun 2026.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















