LONDON, POSNEWS.CO.ID – Otoritas kesehatan Inggris kini memperluas jangkauan pengawasan terhadap penyebaran hantavirus. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan temuan kasus baru yang menjangkiti warga negaranya di lokasi yang sangat terisolasi di Atlantik Selatan.
Otoritas medis mengonfirmasi dua warga negara Inggris di pulau Tristan da Cunha positif mengidap hantavirus. Selain itu, petugas medis sedang memantau satu orang lainnya yang menunjukkan gejala serupa. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran mengenai jangkauan geografis virus yang biasanya menyebar melalui tikus tersebut di tahun 2026 ini.
Repatriasi di Tenerife: Pengawalan Ketat Staf Inggris
Sementara krisis di wilayah kepulauan berlangsung, perhatian utama London tertuju pada kapal pesiar MV Hondius. Kementerian Kesehatan Spanyol menjadwalkan kapal tersebut merapat di pelabuhan Tenerife, Spanyol, pada hari Minggu besok.
Pemerintah Inggris segera menerjunkan personel khusus ke lokasi untuk membantu pemulangan warga negaranya. Otoritas akan memberikan pengawalan langsung bagi penumpang dan kru yang tidak menunjukkan gejala menuju bandara. Selanjutnya, pemerintah menyediakan fasilitas transportasi udara gratis guna memastikan warga Inggris dapat segera kembali ke tanah air dengan aman. “Hingga saat ini, tidak ada warga Inggris di atas kapal yang melaporkan gejala, namun kami tetap melakukan pemantauan ketat,” tulis pernyataan resmi UKHSA.
Karakteristik Infeksi dan Mekanisme Penularan
Hantavirus merupakan kelompok virus yang berasal dari hewan pengerat. Manusia umumnya tertular melalui kontak langsung dengan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi. Gejala yang muncul bisa bervariasi, mulai dari gangguan pernapasan ringan hingga penyakit paru-paru yang sangat parah.
Meskipun sebagian besar strain hantavirus tidak mudah menular antarmanusia, para ahli tetap waspada terhadap strain tertentu dengan catatan transmisi terbatas. Oleh karena itu, otoritas tetap mempertahankan protokol karantina di atas kapal MV Hondius hingga tim gabungan internasional menuntaskan seluruh proses pemeriksaan medis di daratan.
Penjelasan WHO: “Bukan Awal Pandemi Baru”
Munculnya wabah ini sempat memicu spekulasi publik mengenai kemungkinan terjadinya krisis kesehatan global berskala besar. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera merilis klarifikasi guna meredam kepanikan massal tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
WHO mengonfirmasi bahwa dari delapan kasus yang tim medis laporkan di atas MV Hondius, lima di antaranya positif hantavirus berdasarkan uji laboratorium. WHO mengklasifikasikan tiga kasus sisanya sebagai suspek. Secara tegas, WHO membantah klaim bahwa wabah ini merupakan awal dari pandemi seperti COVID-19. Otoritas kesehatan dunia menilai risiko bagi masyarakat umum di tahun 2026 ini tetap berada pada level rendah karena sifat virus yang tidak menyebar dengan cepat melalui udara.
Menanti Kepastian di Akhir Pekan
Operasi pemulangan di Tenerife pada hari Minggu mendatang akan menjadi ujian krusial bagi kesiapan protokol kesehatan maritim Inggris. Keberhasilan mengevakuasi ratusan warga tanpa memicu penyebaran baru akan menjadi preseden penting bagi penanganan krisis kesehatan serupa di masa depan.
Singkatnya, koordinasi antara London, Madrid, dan badan kesehatan dunia menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan hantavirus strain Andean ini. Masyarakat internasional kini menanti kepulangan para penumpang dalam kondisi sehat sebagai tanda berakhirnya isolasi panjang di tengah laut lepas tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












