Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keramaian wisatawan di kawasan Kota Tua Jakarta saat libur Lebaran 2026 dengan pertunjukan lighting art di malam hari. Dok: Kominfo

Keramaian wisatawan di kawasan Kota Tua Jakarta saat libur Lebaran 2026 dengan pertunjukan lighting art di malam hari. Dok: Kominfo

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kota Tua Jakarta mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan selama libur Lebaran 2026.

Pengelola kawasan melaporkan puluhan ribu wisatawan memadati area ikonik tersebut, menjadikannya salah satu destinasi favorit warga untuk mengisi libur panjang.

Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan terus meningkat setiap harinya.

Pada H+2 Lebaran, tercatat sekitar 19 ribu wisatawan datang memadati kawasan tersebut.

Selanjutnya, lonjakan semakin terasa hingga H+4 Lebaran dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 23 ribu orang.

Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten selama masa libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Lebih Ramai dari Tahun Lalu, Wisata Jakarta Bangkit

Denny menegaskan, jumlah kunjungan tahun ini melampaui capaian Lebaran tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan ini menjadi indikator positif bangkitnya sektor pariwisata di ibu kota, khususnya wisata berbasis sejarah dan budaya.

Baca Juga :  Yuk! Nonton Orkestra Angklung dari 40 Negara di Kota Tua Jakarta pada Hari Minggu Besok, Gratis

Selain itu, meningkatnya minat wisatawan juga didorong oleh kemudahan akses, cuaca yang relatif mendukung, serta banyaknya pilihan aktivitas menarik di lokasi.

Beragam hiburan yang dihadirkan pengelola menjadi daya tarik utama. Salah satunya adalah pertunjukan lighting art yang sukses mencuri perhatian pengunjung saat malam hari.

Tak hanya itu, rangkaian acara juga menghadirkan pertunjukan musik dan budaya.

Pada H+1 dan H+2, penampilan Balle Keroncong mengajak pengunjung bernyanyi bersama, menciptakan suasana meriah dan interaktif.

Kemudian, pada H+3 hingga H+4, panggung hiburan diisi oleh band dari Komunitas Kota Tua Jakarta.

Selain hiburan musik, pengunjung juga menikmati museum yang tetap buka, wahana rumah hantu, hingga wisata kuliner khas yang tersebar di area kawasan.

Baca Juga :  Polisi Lepas 10 Anak Tersangka Penyerangan Mako Polres Bekasi Kota, Proses Hukum Tetap Jalan

Jam Operasional Ditambah, Wisata Makin Fleksibel

Untuk mengakomodasi lonjakan pengunjung, pengelola menambah jam operasional hingga pukul 22.00 WIB.

Kebijakan ini memberikan waktu lebih panjang bagi wisatawan untuk menikmati suasana Kota Tua, terutama di malam hari yang dipenuhi atraksi cahaya.

Menariknya, tidak ada aturan khusus yang membatasi kunjungan, sehingga masyarakat dapat datang dengan lebih fleksibel bersama keluarga maupun teman.

Lonjakan wisatawan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga meningkatkan minat masyarakat terhadap wisata edukatif.

Kawasan Kota Tua menawarkan pengalaman belajar sejarah Jakarta melalui museum, bangunan kolonial, serta berbagai aktivitas budaya.

Dengan kombinasi edukasi dan hiburan, Kota Tua semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan selama libur Lebaran di Jakarta. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan
BMKG: Hujan Guyur Jabodetabek Hari Ini, Siang hingga Sore Meningkat
Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, 4 Prajurit Diduga Terlibat Kasus Air Keras Aktivis
Bareskrim Bongkar Narkoba Jaringan Erwin Iskandar, Pemilik dan Penjual Rekening Diciduk
Polda Metro Jaya Tindak 10 Truk Sumbu 3 di Tol JORR, Langsung Putar Balik
Operasi Ketupat 2026 Hari ke-13: 226 Kecelakaan, 12 Tewas – Kendaraan Masuk Jakarta 256 Ribu
Terbongkar! Bos & Manajer Klub Malam White Rabbit Ditangkap, Peredaran Narkoba Terstruktur
Polisi Ditabrak Bus Pariwisata di Madiun, Kaki Patah – Sopir Nekat Terobos Larangan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 07:08 WIB

Misteri Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Luka di Leher Picu Dugaan Pembunuhan

Kamis, 26 Maret 2026 - 06:56 WIB

Libur Lebaran, Kota Tua Jakarta Dipadati 23 Ribu Pengunjung – Lighting Art Daya Tarik Utama

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:19 WIB

Jabatan Kepala BAIS TNI Diserahkan, 4 Prajurit Diduga Terlibat Kasus Air Keras Aktivis

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:52 WIB

Bareskrim Bongkar Narkoba Jaringan Erwin Iskandar, Pemilik dan Penjual Rekening Diciduk

Rabu, 25 Maret 2026 - 18:14 WIB

Polda Metro Jaya Tindak 10 Truk Sumbu 3 di Tol JORR, Langsung Putar Balik

Berita Terbaru

Piring kosong di meja dunia. Perspektif Food Regime Theory mengungkap cara volatilitas pasar dan monopoli agribisnis mengancam kedaulatan pangan nasional di tengah berkecamuknya konflik global tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Pangan Global: Ketika Pasar Komoditas Bertabrakan

Kamis, 26 Mar 2026 - 07:52 WIB

Pilar ekonomi yang retak. Remitansi menjadi penyelamat bagi negara berkembang, namun arus migrasi tenaga kerja kini menghadapi tembok politik domestik yang kian keras di negara-negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menakar Remitansi dan Dilema Politik Perbatasan

Kamis, 26 Mar 2026 - 06:48 WIB