Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gembong narkoba Dewi Astutik saat diamankan dalam operasi gabungan internasional di Kamboja. (Posnews/Ist)

Gembong narkoba Dewi Astutik saat diamankan dalam operasi gabungan internasional di Kamboja. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) menegaskan akan segera melimpahkan gembong narkoba internasional Dewi Astutik alias Paryatin (PA) ke pihak kejaksaan.

Proses penyerahan tersangka beserta barang bukti (tahap II) ditargetkan tuntas paling lambat pada 1 April 2026.

Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, menegaskan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan jaksa penuntut umum untuk mempercepat proses hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil koordinasi, pelaksanaan tahap II ke Kejari Jakarta Pusat akan dilakukan paling lambat 1 April 2026, bertepatan dengan berakhirnya masa penahanan,” tegas Suyudi, Minggu (29/3/2026).

Berkas Hampir Rampung, Tinggal Tunggu P-21

BNN langsung bergerak cepat sejak penangkapan dengan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Agung pada 3 Desember 2025.

Selanjutnya, penyidik juga menyerahkan berkas perkara. Meski demikian, jaksa sempat memberikan sejumlah petunjuk melalui P-19 untuk melengkapi dokumen.

Baca Juga :  Ricuh Kantor Leasing Cakung, Warga Mengamuk Usai Aksi Matel

Kini, penyidik tinggal menunggu penerbitan P-21 atau pernyataan berkas lengkap dari jaksa.

“Penyidik menunggu ekspose dan arahan lanjutan dari JPU untuk penetapan P-21,” ujar Suyudi.

Kasus Jumbo: 2 Ton Sabu Senilai Rp5 Triliun

Dewi Astutik bukan pelaku biasa. Ia merupakan otak penyelundupan narkotika jaringan Golden Triangle dengan barang bukti fantastis mencapai 2 ton sabu senilai sekitar Rp5 triliun.

Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar yang melibatkan jaringan lintas negara di Asia Tenggara.

Dewi ditangkap dalam operasi gabungan internasional di Sihanoukville, Kamboja. Penangkapan ini melibatkan BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, serta Bais TNI.

Suyudi mengungkapkan, penangkapan berlangsung cepat dan presisi saat Dewi berada di lobi hotel.

Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan koordinasi penyerahan antarnegara.

Baca Juga :  Update Tragedi Bekasi Timur, 14 Tewas - 84 Luka Dirawat di Sejumlah RS

Tak hanya Indonesia, Dewi juga masuk dalam daftar buronan internasional, termasuk oleh aparat penegak hukum Korea Selatan.

Hal ini menegaskan perannya sebagai pemain besar dalam jaringan narkotika global.

Segera Disidang, Publik Menanti Vonis Berat

Dengan pelimpahan tahap II yang segera dilakukan, kasus Dewi Astutik dipastikan segera memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Publik kini menanti proses hukum berjalan transparan dan tegas, mengingat besarnya dampak peredaran narkoba yang melibatkan jaringan internasional.

Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius.

Oleh karena itu, sinergi antarnegara dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci utama dalam memutus rantai jaringan narkotika global. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara
Malam Mencekam di Tebet, Koordinator BEM UI Hafidz Diduga Diserang OTK
Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Demi Sabu, Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Saat Terlelap
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi
Pesan Prabowo di HUT ke-81 TNI: Jangan Jauh dari Rakyat, Utamakan Prestasi!

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Demi Sabu, Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Saat Terlelap

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Square Enix mengerahkan tim khusus untuk mengoptimalkan performa Final Fantasy VII Revelation di Nintendo Switch 2 dan Xbox Series S. Dok: Istimewa.

Blog

Square Enix Menyiapkan Tim Khusus Demi FFVII Revelation

Selasa, 6 Okt 2026 - 09:08 WIB

Steam milik Valve memproyeksikan rekor pendapatan menembus 20 miliar Dolar AS pada 2026 usai mengumpulkan 16,5 miliar Dolar. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Steam Memproyeksikan Rekor Keuntungan Menembus 20 Miliar

Selasa, 6 Okt 2026 - 08:06 WIB

SEGA dan YOYOYO merilis patung porselen Arita Sonic Infinite Blue edisi terbatas 50 unit seharga Rp 112,5 juta untuk ulang tahun ke-35. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

SEGA Merilis Patung Porselen Sonic Infinite Blue

Selasa, 6 Okt 2026 - 07:56 WIB