Zelenskyy Klaim Tour Timur Tengah Sukses Amankan Kesepakatan Strategis

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berhasil menyepakati serangkaian perjanjian keamanan dengan negara-negara Arab Teluk. Dok: Istimewa.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berhasil menyepakati serangkaian perjanjian keamanan dengan negara-negara Arab Teluk. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut rangkaian kunjungannya ke negara-negara Timur Tengah sebagai sebuah kemenangan diplomatik besar. Dalam pidato video malam harinya pada hari Senin, Zelenskyy mengonfirmasi bahwa Kyiv telah mengantongi sejumlah pakta kerja sama keamanan yang krusial.

Dalam konteks ini, Zelenskyy menawarkan pengetahuan tempur yang diperoleh Ukraina selama empat tahun perang melawan Rusia. Selain itu, ia secara spesifik mempromosikan kemampuan militer Ukraina dalam melumpuhkan drone buatan Iran yang sering kali Moskow gunakan sejak invasi Februari 2022.

Melawan Teknologi Iran dengan Pengalaman Ukraina

Kawasan Timur Tengah saat ini sedang menghadapi ancaman serupa dengan yang Ukraina alami, yakni gempuran drone dalam konflik antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Oleh karena itu, Zelenskyy melihat peluang strategis untuk mengekspor sistem pertahanan dan keterampilan para prajuritnya ke negara-negara Teluk.

“Bagi Ukraina, ini bukan sekadar soal prestise atau rasa hormat,” tegas Zelenskyy setibanya di Kyiv. Bahkan, ia menekankan bahwa kerja sama ini merupakan masalah praktis yang sangat konkret. Ukraina kini memosisikan dirinya sebagai konsultan pertahanan utama bagi negara-negara yang ingin melindungi infrastruktur vital mereka dari serangan udara asimetris.

Baca Juga :  1.464 Personel Kawal Aksi Buruh di DPR, Kapolres Susatyo: Layani dengan Humanis

Daftar Sekutu Baru: Dari Arab Saudi hingga Oman

Zelenskyy merinci bahwa kesepakatan formal telah tercapai dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Selanjutnya, Ukraina juga sedang menjajaki kolaborasi serupa dengan Yordania dan Kuwait. Bahkan, negara-negara seperti Bahrain dan Oman telah secara resmi menyatakan minat mereka untuk bekerja sama dengan pakar militer Ukraina.

Lebih lanjut, agenda kerja sama ini mencakup pengembangan produksi pertahanan bersama dan penguatan sistem pertahanan udara kawasan. Meskipun demikian, Zelenskyy memberikan peringatan keras kepada sektor swasta agar tidak melakukan transaksi senjata secara mandiri. Ia menegaskan bahwa setiap penjualan alutsista wajib melalui keputusan resmi di tingkat pemerintah guna menjaga akuntabilitas internasional.

Barter Militer demi Ketahanan Energi dan Pangan

Selain aspek persenjataan, misi diplomatik ini bertujuan untuk mengamankan kebutuhan bahan bakar domestik Ukraina. Zelenskyy secara terbuka membahas ketersediaan pasokan diesel dengan para pemimpin Timur Tengah. Dalam hal ini, pasokan diesel sangat vital untuk menggerakkan mesin perang militer serta menjaga keberlangsungan sektor pertanian Ukraina yang merupakan lumbung pangan dunia.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, Transjakarta Hentikan dan Alihkan Sejumlah Rute Pagi Ini

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih lagi, Zelenskyy merasakan adanya visi bersama di antara negara-negara kawasan untuk memulihkan stabilitas melalui kolaborasi teknis. “Keamanan dan pemulihan stabilitas adalah prioritas utama bagi semua orang saat ini,” ujarnya. Dengan demikian, Ukraina berhasil mengubah pengalaman pahit perangnya menjadi modal diplomatik yang kuat untuk mempererat hubungan dengan blok Arab di tahun 2026.

Ukraina sebagai Pemain Kunci Keamanan Global

Keberhasilan tour ini membuktikan bahwa pengaruh Ukraina kini melampaui batas daratan Eropa. Pada akhirnya, kemampuan Kyiv dalam mematahkan keunggulan drone Iran telah menjadikannya mitra strategis yang tak tergantikan bagi negara-negara Teluk.

Secara simultan, aliansi baru ini memberikan napas ekonomi bagi Ukraina melalui sektor energi di tengah tekanan perang yang masih berlanjut. Dunia kini melihat pergeseran peran Ukraina dari negara penerima bantuan menjadi penyedia solusi keamanan global yang sangat diperhitungkan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing
Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran
Misteri Mutilasi Freezer di Bekasi Terbongkar, Motif Ekonomi dan Pelaku Bertambah
Kasus CSR BI-OJK Memanas, KPK Segera Tahan 2 Anggota DPR Satori dan Heri Gunawan
Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Ranah TNI, Ini Perkembangannya
Trump Izinkan Tanker Minyak Rusia Masuk Kuba di Tengah Krisis
Proyek East Wing White House Senilai $400 Juta
Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz atau Kehilangan Seluruh Pabrik Energi

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:29 WIB

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:24 WIB

Spanyol Boikot Militer AS: Tutup Ruang Udara dan Larang Penggunaan Pangkalan untuk Perang Iran

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:20 WIB

Misteri Mutilasi Freezer di Bekasi Terbongkar, Motif Ekonomi dan Pelaku Bertambah

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:01 WIB

Kasus CSR BI-OJK Memanas, KPK Segera Tahan 2 Anggota DPR Satori dan Heri Gunawan

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:40 WIB

Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Ranah TNI, Ini Perkembangannya

Berita Terbaru

Misi jembatan perdamaian. Ketua KMT Cheng Li-wun bersiap mengunjungi Tiongkok untuk membuktikan bahwa perang bukan takdir bagi kedua belah pihak selat, di tengah keretakan internal partai soal anggaran pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ketua KMT Cheng Li-wun Terima Undangan Xi Jinping ke Beijing

Selasa, 31 Mar 2026 - 15:29 WIB