Rusia Larang Warganya Kunjungi Negara dengan Perjanjian Ekstradisi AS

Kamis, 2 April 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan warganya agar menghindari negara-negara yang memiliki kerja sama ekstradisi dengan Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan warganya agar menghindari negara-negara yang memiliki kerja sama ekstradisi dengan Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh warga negaranya yang berencana bepergian ke luar negeri. Moskow mendesak warganya untuk menghindari negara-negara yang memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat.

Dalam konteks ini, Rusia melihat adanya peningkatan risiko penangkapan sepihak oleh otoritas keamanan Amerika di wilayah pihak ketiga. Pihak berwenang Rusia menyebut bahwa Washington kini lebih agresif dalam memburu individu yang mereka anggap melanggar hukum AS atau masuk dalam daftar sanksi internasional.

Tuduhan “Keadilan Punitif” dan Skema Penipuan Intelijen

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa “intensitas keadilan punitif Washington” melonjak drastis pasca-pecahnya konflik Rusia-Ukraina tahun 2022. Bahkan, Moskow menuduh lembaga intelijen Amerika Serikat sering kali melakukan penipuan melalui tawaran komersial atau wisata yang menggiurkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Agen-agen AS sering menggunakan skema penipuan untuk memancing warga Rusia ke luar negeri,” bunyi pernyataan resmi tersebut. Oleh karena itu, banyak warga Rusia berisiko terjebak dalam bidikan penegak hukum Amerika tanpa mereka sadari sebelumnya. Akibatnya, beberapa warga sering kali menghadapi penahanan langsung sesaat setelah mendarat di negara tujuan.

Baca Juga :  Retorika vs Realita: Membedah Dualisme Pesan Washington dalam Perang Iran

Daftar Negara Berisiko: Dari Eropa hingga Asia

Peringatan ini menyasar individu yang memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa mereka sedang dalam pengejaran otoritas AS. Secara khusus, Kemenlu Rusia menyebutkan sejumlah negara yang kemungkinan besar akan menyerahkan warga Rusia ke Washington. Daftar tersebut meliputi:

  1. Amerika Utara & Eropa: Britania Raya, Kanada, Swiss, dan sebagian besar negara anggota Uni Eropa.
  2. Kawasan Lain: Australia, Israel, Maroko, Liberia, serta sebagian besar wilayah Amerika Latin.
  3. Asia: Sejumlah negara di Asia yang memiliki kerja sama hukum erat dengan Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Rusia mencatat bahwa lebih dari 100 warga negaranya telah pemerintah AS pindahkan secara paksa sejak tahun 2008. Kasus yang paling menonjol adalah penangkapan pedagang senjata Viktor Bout di Thailand, yang akhirnya bebas melalui pertukaran tahanan dengan bintang basket AS Brittney Griner pada 2022 lalu.

Baca Juga :  Tragis! Mobil Dinas Pejabat Pandeglang Tabrak Siswa SD, 1 Tewas dan 8 Luka

Ancaman Sanksi Ekstrateritorial

Moskow juga memperingatkan dampak dari berbagai sanksi ekstrateritorial yang menyasar sektor strategis ekonomi domestik Rusia. Dalam hal ini, individu yang terlibat dalam industri tersebut berisiko menghadapi tuntutan hukum kriminal di Amerika Serikat. Oleh sebab itu, kedaulatan informasi pribadi dan riwayat pekerjaan menjadi variabel yang sangat sensitif bagi setiap pelancong Rusia saat ini.

Pada akhirnya, ketegangan diplomatik antara Moskow dan Washington di tahun 2026 ini telah merambah ke ruang gerak sipil secara global. Dengan demikian, perjalanan luar negeri kini bukan lagi sekadar urusan rekreasi, melainkan sebuah pertaruhan keamanan nasional bagi warga Rusia. Dunia kini memantau apakah kebijakan “benteng perjalanan” ini akan memicu isolasi yang lebih dalam atau justru mempercepat negosiasi pertukaran tahanan di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya
Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial
Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop
Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris
AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker
Trump Tuntut Kendali Greenland dan Cabut Sanksi Turki
Korban Gempa Venezuela Bertahan Hidup di Bawah Reruntuhan
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:30 WIB

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:04 WIB

Gempuran Drone Ukraina Paksa Kilang Minyak Rusia Setop

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:56 WIB

Nigel Farage Mundur dari Parlemen Inggris

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Berita Terbaru

Penawaran menarik untuk gamer kelas atas. Dell memotong harga PC gaming Alienware Aurora R16 dengan kartu grafis terbaru GeForce RTX 5080. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Dell Diskon Alienware R16 RTX 5080 Sambut Battlefield 6

Kamis, 9 Jul 2026 - 16:36 WIB