Positivisme Logis: Lingkaran Wina dan Upaya Membersihkan Filsafat dari Metafisika

Jumat, 3 April 2026 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Revolusi logika di Wina. Sekelompok ilmuwan dan filsuf radikal berupaya meruntuhkan dominasi metafisika dengan menetapkan prinsip verifikasi: jika sebuah pernyataan tidak dapat dibuktikan secara empiris, maka ia tidak bermakna. Dok: Ilustrasi.

Revolusi logika di Wina. Sekelompok ilmuwan dan filsuf radikal berupaya meruntuhkan dominasi metafisika dengan menetapkan prinsip verifikasi: jika sebuah pernyataan tidak dapat dibuktikan secara empiris, maka ia tidak bermakna. Dok: Ilustrasi.

WINA, POSNEWS.CO.ID – Pada dekade 1920-an, sebuah kafe di Wina menjadi saksi lahirnya pemberontakan intelektual. Kelompok fisikawan, matematikawan, dan filsuf berkumpul secara rutin di sana. Mereka menuntut agar filsafat berhenti membicarakan hal-hal gaib. Baginya, filsafat harus mulai berbicara seperti sains.

Dalam konteks ini, Lingkaran Wina menilai filsafat tradisional telah tersesat dalam labirin metafisika. Oleh karena itu, mereka meluncurkan gerakan Positivisme Logis. Gerakan ini bertujuan membersihkan bahasa manusia dari kekacauan definisi.

Prinsip Verifikasi: Tolok Ukur Makna

Pilar utama dari gerakan ini adalah Prinsip Verifikasi. Anggota Lingkaran Wina menegaskan bahwa sebuah pernyataan memiliki makna jika memenuhi salah satu syarat ini:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. Analitik: Pernyataan benar berdasarkan definisi logis. Contohnya adalah $2 + 2 = 4$ atau “semua bujangan belum menikah”.
  2. Sintetik/Empiris: Pernyataan yang kita uji melalui observasi pancaindra. Contohnya adalah “besi memuai jika dipanaskan”.
Baca Juga :  Kebakaran Hutan Landa Belgia dan Yunani, Dua Tewas

Kalimat yang tidak memenuhi salah satu syarat tersebut berarti “tidak bermakna” (meaningless). Sebagai hasilnya, standar ini memaksa para pemikir untuk membuang klaim tanpa bukti fisik atau logika jernih.

Kritik terhadap Etika dan Agama sebagai “Nonsense”

Positivisme Logis menyerang etika dan agama secara kontroversial. Dalam hal ini, Rudolf Carnap menegaskan bahwa pernyataan moral bukan tentang fakta dunia. Contohnya adalah kalimat “Tuhan itu baik” atau “Membunuh itu salah”.

Lebih lanjut, klaim keagamaan masuk kategori pernyataan semu karena tidak ada observasi laboratorium. Begitu pula dengan kalimat moral yang hanya mengekspresikan perasaan subjektif (emotivism). Oleh sebab itu, Positivisme Logis memisahkan fakta dan nilai secara tegas. Hal ini memicu perdebatan panjang di tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga :  Krisis Senyap Dunia Medis: Antibiotik Kehilangan Taji

Tokoh Kunci: Schlick dan Carnap

Dua arsitek utama menggerakkan kesuksesan ini. Moritz Schlick, pendiri Lingkaran Wina, menekankan tugas filsafat untuk menjelaskan makna pernyataan. Filsafat bukan untuk menemukan kebenaran baru.

Secara simultan, Rudolf Carnap membangun struktur logika bahasa sains. Ia percaya data indrawi membangun dunia secara sistematis. Terlebih lagi, pengaruh mereka merambah hingga ke Inggris melalui A.J. Ayer. Ia membawa ide radikal ini dan mengubah arah filsafat Barat secara permanen.

Kesimpulan: Warisan Kejernihan Berpikir

Filsafat analitik sangat berutang pada disiplin ketat Lingkaran Wina. Pada akhirnya, banyak pihak melontarkan kritik terhadap Prinsip Verifikasi. Kritikus menganggap prinsip ini terlalu kaku dan paradoks. Namun, semangat kejernihan berpikirnya tetap hidup.

Dengan demikian, dunia tahun 2026 memerlukan ketajaman logika. Kita harus membedakan fakta objektif dan klaim kosong secara jelas. Positivisme Logis mengajarkan bahwa kejujuran intelektual mengharuskan kita mengakui batas pengetahuan manusia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB
Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk
Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa
Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik
Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%
Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda
Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:24 WIB

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 September 2026 - 07:24 WIB

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 September 2026 - 06:19 WIB

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Minggu, 13 September 2026 - 20:57 WIB

Presiden Xi Jinping Dorong Blok BRICS Jadi Juru Damai Konflik

Minggu, 13 September 2026 - 19:56 WIB

Hakim Federal Batalkan Rencana Pemangkasan Staf FEMA 50%

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. (Posnews/Ist)

NASIONAL

OTT KPK BPN Bogor: Bos Summarecon dan 7 Orang Jadi Tersangka

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:16 WIB

Los Angeles Dodgers amankan tiket postseason MLB 14 musim beruntun usai tekuk Cincinnati Reds 4-1. Simak rincian rekor. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Los Angeles Dodgers Amankan Tiket Postseason MLB

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:24 WIB

Glorious merilis keyboard gaming mekanik GMMK Eternal 96% berfitur numpad seharga $99.99. Simak spesifikasi lengkap, fitur hot-swap, dan peredam suaranya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Glorious GMMK Eternal Resmi Meluncur, Keyboard Gaming

Selasa, 15 Sep 2026 - 13:29 WIB