Prabowo: Indonesia Aman dari Ancaman Perang Dunia dan Siap Hadapi Krisis Energi

Kamis, 9 April 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran kabinet di Istana Negara terkait kondisi global. (Posnews/Biro Pers Istana)

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada jajaran kabinet di Istana Negara terkait kondisi global. (Posnews/Biro Pers Istana)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berada dalam posisi aman meski dunia dibayangi konflik global hingga potensi perang besar.

Pernyataan itu disampaikan saat Presiden memberi arahan kepada Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I, dan pimpinan BUMN di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Pertama, Prabowo membantah narasi pesimistis soal kondisi bangsa. Ia menegaskan Indonesia justru berada di jalur positif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak ada Indonesia gelap. Indonesia cerah,” tegasnya.

Indonesia Masuk Negara Paling Aman

Selanjutnya, Prabowo menyoroti situasi geopolitik global yang memanas. Meski demikian, ia yakin Indonesia termasuk negara paling aman jika konflik besar terjadi.

Baca Juga :  Update Rehabilitasi dari Presiden, KPK Tetap Usut Dugaan Korupsi Akuisisi PT JN oleh ASDP

“Kalau perang dunia pecah, Indonesia masuk papan atas negara aman,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fakta di lapangan. Banyak warga asing tetap memilih Indonesia, khususnya Bali, sebagai tempat tinggal dan beraktivitas.

Di sisi lain, Prabowo menegaskan pemerintah siap menghadapi ancaman krisis global, terutama di sektor pangan, energi, dan air—isu yang sejak lama diperingatkan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurutnya, meski tekanan global meningkat, Indonesia masih mampu menjaga stabilitas nasional.

“Kita bisa kendalikan arah negara dan melewati situasi berbahaya,” ujarnya.

Energi Aman, 12 Bulan Jadi Penentu

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan strategi menjaga ketahanan energi, terutama dalam 12 bulan ke depan yang dinilai krusial.

Baca Juga :  Menag: Idul Adha Harus Pastikan Tidak Ada Warga Kelaparan

“Kita siap dan kuat menghadapi satu tahun ini. Setelah itu, posisi kita akan jauh lebih kuat,” katanya.

Kemudian, Prabowo memastikan subsidi energi tetap diberikan kepada masyarakat kecil.

Sebanyak 80 persen rakyat akan tetap menikmati BBM bersubsidi. Sementara itu, masyarakat mampu diminta membayar harga sesuai mekanisme pasar.

Krisis Jadi Peluang, Pemerintah Diminta Tancap Gas

Di akhir arahannya, Prabowo menegaskan krisis bukan ancaman semata, melainkan peluang untuk berbenah.

Ia mendorong seluruh jajaran pemerintah bekerja lebih efisien, menutup kebocoran, dan memberantas korupsi.

“Kita harus lebih efisien, tidak boros, dan tidak boleh ada korupsi,” tegasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua
Waspada! Super New Moon Picu Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir Indonesia 8-22 Juli 2026
PTUN Batalkan SK Menteri HAM Natalius Pigai, Pemerintah Tempuh Banding
Roy Suryo Menang Praperadilan, Sebut Putusan Jadi Babak Baru Hukum Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:14 WIB

Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:02 WIB

KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:54 WIB

Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB