Polisi Senior Aniaya Junior hingga Tewas di Batam, Propam Tetapkan Bripda AS Tersangka

Selasa, 14 April 2026 - 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Garis polisi. (Posnews/Ist)

BATAM, POSNEWS.CO.ID – Kasus kekerasan internal Polri kembali mengguncang publik.

Propam Polda Kepulauan Riau (Kepri) menetapkan satu anggota polisi sebagai tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap dua polisi junior, yang menewaskan satu korban.

Peristiwa tragis ini terjadi di Rusunawa Bintara Remaja, Batam, pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaku diketahui adalah Bripda AS, anggota Direktorat Samapta Polda Kepri.

Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto menjelaskan, korban dalam kasus ini adalah Bripda NS yang meninggal dunia dan Bripda CP yang selamat.

Awalnya, kedua korban dipanggil oleh pelaku karena diduga melanggar perintah dinas. Bripda CP datang lebih dulu ke kamar pelaku, kemudian disusul Bripda NS.

Baca Juga :  Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Pasien Korban Demo DPR/MPR di RS Bhayangkara

Tak lama kemudian, aksi kekerasan diduga terjadi hingga menyebabkan korban mengalami luka lebam.

“Bripda AS sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Paminal,” tegas Eddwi, Selasa (14/4/2026).

8 Saksi Diperiksa, Motif Masih Didalami

Selanjutnya, Propam telah memeriksa delapan saksi untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.

Hingga kini, motif penganiayaan diduga dipicu persoalan disiplin, bukan konflik pribadi.

Namun demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan anggota lain, termasuk isu dugaan permintaan uang kepada korban.

Di sisi lain, penanganan kasus ini dilakukan secara paralel. Propam menangani pelanggaran etik, sementara proses pidana ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Baca Juga :  Harga Beras Tetap Stabil! Polri dan Bulog Bagikan Pangan Murah ke Seluruh Indonesia

Polda Kepri menegaskan tidak akan mentolerir kekerasan di internal institusi dan berjanji mengusut tuntas kasus ini secara transparan.

Keluarga Desak Pengusutan Tuntas

Sementara itu, keluarga korban melalui kuasa hukum Sudirman Situmeang mendesak agar kasus ini dibuka terang-benderang tanpa ada yang ditutupi.

Pihak keluarga menerima kabar duka sekitar pukul 02.00 WIB, saat korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Mereka kini menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara resmi.

Dengan demikian, kasus ini menjadi sorotan serius dan kembali menguji komitmen Polri dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk di tubuh internalnya sendiri. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut
Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air
Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan
Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Ngeri! Tepergok Curi HP, Maling di Salatiga Tewas Diamuk Warga Usai Duel Maut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Banjir 50 Cm Lumpuhkan Jalan Raya Cibaduyut, Puluhan Kendaraan Mogok Disapu Air

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Berita Terbaru

Tabrakan kereta cepat RENFE dan IRYO di Toledo Spanyol menewaskan 68 orang. Simak kronologi kegagalan sinyal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Jumat, 30 Okt 2026 - 08:40 WIB

PM Jepang Sanae Takaichi dan Kanselir Jerman Friedrich Merz sepakat bekerja sama amankan pasokan mineral kritis. Simak detail strategi de-risking kedua negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis

Jumat, 30 Okt 2026 - 07:32 WIB